Beranda Ekonomi Unik, Pasar di Temanggung Ini Merupakan Warisan Kolonial Hindia Belanda

Unik, Pasar di Temanggung Ini Merupakan Warisan Kolonial Hindia Belanda

206
0
BERBAGI

TEMANGGUNG – Ada sebuah bangunan kuno peninggalan era kolonial Hindia Belanda di Kabupaten Temanggung yang sampai saat ini keberadaannya masih terus dilestarikan bahkan menjadi pusat denyut perekonomian warga setempat.

Yakni pasar desa yang terletak di tengah Desa Tegowanuh, Kecamatan Kaloran. Menempati lahan seluas 600 meter persegi, tempat ini memiliki beberapa los. Salah satunya merupakan bangunan peninggalan zaman Belanda.

Berukuran 4×6 meter persegi, bangunan itu memiliki tiang dan kerangka atap dari kayu jati berbentuk bulat lonjong bulat dengan penampakan yang sudah sangat tua namun tetap kokoh sampai sata ini.

Menurut mantan Sekretaris Desa Tegowanuh Adi Setyo Nugroho, los pasar ini dibangun pada masa Belanda sekitar tahun 1900-an. Hingga kini bangunan itu masih berdiri kokoh.  Pemerintah desa pun terus berusaha melestarikan bangunan ini dengan harapan agar ke depan pasar tersebut bisa terus dikembangkan menjadi salah satu destinasi pariwisata baru.

“Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui gelaran Gerebek Pasar Tradisional Desa Tegowanuh,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Temanggung, Didik Nuryanto mengungkapkan bahwa pihaknya amat mengapresiasi upaya pelestarian pasar tradisional sejak zaman Belanda oleh pemerintah desa setempat tersebut.

Ia juga mengimbau kepada pengelola pasar agar meningkatkan promosi dengan maksud agar pasar ini lebih banyak dikunjungi konsumen atau wisatawan.

“Upaya ini perlu diapresiasi, karena tidak setiap desa bisa melakukannya lantaran terjebak oleh arus modernisasi,” katanya.

Di dalam area pasar tradisoional itu sendiri terdapat sekitar 30 pedagang yang menjual berbagai makanan tradisional, buah, sayuran, dan sembako.

Seorang pedagang, Sri Maryati (77) mengatakan dirinya telah berjualan sembako di pasar tersebut sejak 1965.

“Saya berjualan di pasar sampai sekarang dan menjadi generasi ke tiga meneruskan nenek dan ibu saya,” pungkansya. (van)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here