Beranda Uncategorized Kisah Sahabat Nabi Terpesona Perempuan dan Sebab Turunnya Ayat 30 An-Nur

Kisah Sahabat Nabi Terpesona Perempuan dan Sebab Turunnya Ayat 30 An-Nur

37
0
BERBAGI
PADA masa Rasul, ada seorang sahabat yang berjalan di salah satu jalan Madinah. Tidak diketahui persis siapa nama sahabat tersebut. Saat asyik menikmati perjalanan, dia bertemu dengan seorang perempuan cantik. Dia memandangnya dengan tatapan suka. Perempuan itu pun membalas pandangan sahabat tersebut hingga keduanya saling memandang.

Sambil memandang kecantikannya, sahabat yang tidak diketahui namanya ini tetap berjalan ke depan dan tanpa disadari ada tembok berdiri persis di hadapannya. Sehingga hidungnya menabrak dinding tembok dan berdarah. Saking polosnya, dia bersumpah, “Demi Allah, saya tidak akan membersihkan darah di hidung ini sampai saya bercerita kepada Rasulullah”.

Sahabat itu segera menemui Rasulullah dan menceritakan apa yang terjadi, terutama soal darah di hidungnya. Mendengar keluhannya, Rasulullah berkata, “Itu balasan dari dosamu”.

Setelah kejadian ini, berdasarkan riwayat dari Ali bin Abu Thalib, turunlah ayat yang memerintahkan laki-laki untuk menundukan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka. Tidak hanya laki-laki yang diperintahkan, tapi juga perempuan. Dalam surat al-Nur ayat 30 dijelaskan:

قُلْ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُـضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ‌ ؕ ذٰ لِكَ اَزْكٰى لَهُمْ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَـعُوْنَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS: al-Nur ayat 30-31).

Kisah ini dikutip dari Rawai’ al-Bayan: Tafsir Ayat al-Ahkam min al-Qur’an karya Syeikh Muhammad ‘Ali al-Shabuni. (**)

masa Rasul, ada seorang sahabat yang berjalan di salah satu jalan Madinah. Tidak diketahui persis siapa nama sahabat tersebut. Saat asyik menikmati perjalanan, dia bertemu dengan seorang perempuan cantik. Dia memandangnya dengan tatapan suka. Perempuan itu pun membalas pandangan sahabat tersebut hingga keduanya saling memandang.

Sambil memandang kecantikannya, sahabat yang tidak diketahui namanya ini tetap berjalan ke depan dan tanpa disadari ada tembok berdiri persis di hadapannya. Sehingga hidungnya menabrak dinding tembok dan berdarah. Saking polosnya, dia bersumpah, “Demi Allah, saya tidak akan membersihkan darah di hidung ini sampai saya bercerita kepada Rasulullah”.

Sahabat itu segera menemui Rasulullah dan menceritakan apa yang terjadi, terutama soal darah di hidungnya. Mendengar keluhannya, Rasulullah berkata, “Itu balasan dari dosamu”.

Setelah kejadian ini, berdasarkan riwayat dari Ali bin Abu Thalib, turunlah ayat yang memerintahkan laki-laki untuk menundukan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka. Tidak hanya laki-laki yang diperintahkan, tapi juga perempuan. Dalam surat al-Nur ayat 30 dijelaskan:

قُلْ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُـضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ‌ ؕ ذٰ لِكَ اَزْكٰى لَهُمْ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَـعُوْنَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS: al-Nur ayat 30-31).

Kisah ini dikutip dari Rawai’ al-Bayan: Tafsir Ayat al-Ahkam min al-Qur’an karya Syeikh Muhammad ‘Ali al-Shabuni. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here