Beranda Ekonomi Prof. Sri Edi Swasono Dukung Pembentukan Badan Nasional Tata Kelola Usaha Ekonomi...

Prof. Sri Edi Swasono Dukung Pembentukan Badan Nasional Tata Kelola Usaha Ekonomi Rakyat Milenial (BNTU – ERaNial)

189
0
BERBAGI

JAKARTA – PAKAR ekonomi koperasi Indonesia, Professor Edi Swasono mendukung gagasan pembentukan Badan Nasional Tata Kelola Usaha Ekonomi Rakyat Milenial (BNTU – ERaNial) sebagai solusi strategis peningkatan ekonomi usaha kerakyatan.

Pernyataan Sri Edi Swasono itu disampaikan di sela-sela Seminar Urgensi yang di selenggarakan oleh Forum UMKM Digital Kreatif Indonesia (FUDIKI) dan JNE di Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Diskusi yang dipandu oleh Prof. Dr. Yudhi Haryono, P.H.D ini menghadirkan Narasumber Prof. Dr. Ahmad Erani, M. Sc., Ph.D, Prof. Dr. Sri Edi Swasono, M.PIA., Ph.D, Drs. Mohammad Feriadi, M.BA, dan Aries Mufti mewakili serta Keynote speaker Ir. Tjahjo Ruruh Djatmiko, M.M., M.B.A.

Dalam makalahnya berjudul “Gerakan Nasional: Nasionalisme Ekonomi dan ekonomi Rakyat,  Prof. Edi Swasono mengkhwatirkan adanya penurunan terhadap kebanggaan nasional terhadap produk hasil anak negeri sendiri. Berkurangnya kecintaaan terhadap produk anak negeri ini memang tidak bisa dilepaskan dari  dampak globalisasi dan modernisasi yang masuk ke Indonesia.

“Daulat pasar dibiarkan begitu berkuasa hingga menggusur daulat rakyat,” papar mantu Bung Hatta ini.

Sri Edi menganalisis, pemerintah tidak boleh abai mengembangkan ekonomi rakyat. Dia mengajukan 3 prinsip tata kelola triple-co, yaitu co-ownership,  co-determination, dan co-responsibility, di mana rakyat ikut dalam percaturan ekonomi nasional, mempertegas “kebersamaan nasional” (Ayat 1 Pasal 33 UUD 1945) yang sekaligus meredam Kapitalisme. Pasal 33 UUD 1945 tidak anti besar, namun menghendaki yang besar itu hendaknya dimiliki oleh banyak pihak.

Ayat 1 Pasal 33 UUD 1945 menegaskan, “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.” Perkataan “disusun” artinya dibiarkan tersusun sendiri melalui mekanisme pasar bebas, yang berarti ‘ditatakelola.”

“Saya sangat mendukung mission sacre Forum UKM Digital Kreatifi Indonesia (FUDiKI) yang menegaskan tentang peran strategis suatu badan nasional tata kelola usaha ekonomi Indonesia.

FUDiKI, kata Sri Edi Swasono, harus segera memulai mendorong”Gerakan Nasional” cinta produk dalam negeri. Contoh-contohnya perilaku atasan harus diberikan. Kemunafikan harus segera diakhiri. Cintailah produk-produk dalam negeri, produk ekonomi rakyat. (Zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here