oleh

Taufan Bakri: Kaum Muda Perlu Estafetkan Seni Budaya Indonesia

CISARUA –  MASA depan budaya Indonesia (Indonesian genuine culture) amat bergantung pada sejauhmana pewarisan nilai-nilai budaya itu bisa diserap generasi muda. Massifnya budaya asing yang dibawa melalui teknologi komunikasi dikhawatirkan bisa merusak jati diri kaum muda.

Berbicara dengan bahasa gaul pada Kegiatan “Pelaksanaan Dialog Membangun Semangat Cinta Seni dan Budaya Angkatan III Tahun 2018” di Hotel Anggraini, Cisarua, Rabu (18/7/2018), Plt. Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si mengutip apa yang  ditulis Futurolog Alvin Toffler, dalam karya fenomenalnya “Future Shock” dimana bukunya sudah  diterjemahkan sejak tahun 1997 menjadi “Kejutan Masa Depan,” generasi milineal ini hidup dalam kejutan-kejutan budaya baru seperti budaya hip-hop, menggemari musik K-Pop Korea, dan penikmat junk food.

“Sadar atau tidak, adik-adik tengah dijajah oleh budaya asing dan dijauhkan dari budaya Indonesia,” gugah Taufan.

Alumni Fisip Unas Jurusan Sosiologi ini mengatakan sebagai generasi pewaris budaya Indonesia, adik-adik diminta untuk jangan melupakan budaya asli bangsa Indonesia seperti menghormati orang tua, tak lupa kepada adat istiadat, ramah tamah, gotong royong, dan mempelajari kesenian khas daerah.

“Kaum muda perlu estafetkan seni budaya Indonesa. Andalah pewaris seni budaya jangan sampai warisan seni buildaya ini diambil oleh orang asing,” gugah Taufan.

Karena itu, kata Taufan untuk mencegah  kaum muda rusak oleh budaya asing ini, pemerntah aktif memberikan sosialisasi tentang perlunya kaum pelajar mencintai seni budaya yang tumbuh di nusantara.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) DKI menggelar acara iniselama 2 hari, Rabu-Kamis 18-20 Juli dengan menghadirkan sejumlah narasumber baik dari unsur pemerintah, akademisi maupun praktisi seni. Dari praktisi Seni/ Motivator, Ferry Noerdin membahas soal “Membangun Kecintaan Budaya Lokal di Kalangan  Generasi Muda,” Dr.Cand Sudibbyo,S, M.Si., “Merangkai Budaya Nusantara  Dalam Bentuk Film.”

Pada hari Ka mis, pembicaranya, Direktur Ketahanan Ekososbud Dirjen Polpum Kemendagri yang mengulas soal “Korelasi antara Budaya Lokal dengan Budaya Asing terhadap Persatuan  dan Kesatuan Bangsa,” dan  Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, membahas “Membangun Budaya Literasi dengan Pendekatan Kultural.”

Dalam laporan kegiatannya Kasubdit Ketahan Ekonomi Sosial dan Budaya Kesbangpol DKI Jakarta, Dra. Yayuk Hari S mengatakan kegiatan Pelaksanaan Dialog Membangun Semangat Cinta Seni dan Budaya Angkatan III tahun 2018 ini dimaksudkan agar para pelajar termotivasi untuk lebih mencintai budaya daerah sehingga dapat mempertahankan budaya daerah dari pengaruh globalisasi. Selain itu juga untuk memberikan pemantapan terortis tentang nilai budaya daerah yang ada di Indonesia terutama di DKI Jakarta.

“Dapat menambah pengetahuan tentang pentingnya memilihara budaya daerah di tengah perkembangan budaya asing dan agar para pelajar dapat mempertahankan nilai-nilai ketimuran dari pengaruh budaya asing,” harapnya.

Ditambahkannya, kegiatan ini diikuti peserta sebanyak 110 orang terdiri dari Madrasah Aliyah Al-Falah, Madrasah Aliyah Jakarta Pusat, Madrasah Aliyah Al-Muddatsuriyah,SMK II Maret, SMK Muara Indonesia dan SMK Multi Media Nusantara. (Zul dan Endi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed