Beranda Budaya Kaum Muda Ditantang untuk Menjaga Warisan Budaya Lokal

Kaum Muda Ditantang untuk Menjaga Warisan Budaya Lokal

76
0
BERBAGI

CIPAYUNG – SEBAGAI generasi penerus, kaum muda sudah sepantasnya terpanggil untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal yang merupakan warisan leluhur serta khasanah kekayaan bangsa Indonesia.

Karena itu, guna mengajak peran serta kaum muda untuk melestarikan warisan budaya lokal berupa seni Pencak Silat, Kesbangpol DKI Jakarta menggelar kegiatan bertajuk “Pemantapan Nilai-Nilai Budaya Lokal Terhadap Dominasi Dan Pengaruh Budaya Asing Angkatan IV Tahun 2018 di Hotel Grand Mutiara, Cipayung, Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/8/2018).

Kegiatan yang berlangsun selama 3 hari, Selasa-Jumat ini dibuka langsung oleh Plt. Kepala Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si dan dihadiri oleh 110 sanggar silat yang ada  di Jakarta.

Dalam sambutannya, Taufan mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memajukan Budaya daerah yang berfungsi selain sebagai wahana pembentuk jati diri bangsa sekaligus merupakan kekayaan bangsa. Apalagi di era globalisasi ini, ketahanan budaya sangat  berperan penting sebagai sarana filter budaya asing agar tidak menimbulkan dampak negatif khususnya bagi generasi muda.

“Budaya daerah  dapat memberi andil yang sangat besar dalam pembentukan jati bangsa dan proses regenerasi bangsa. Dan Pencak Silat bisa menjadi perekat ketahanan budaya bangsa,” gugah Taufan.

Dalam pesta Asian Games, lanjut Taufan, Pencak Silat telah menyumbangkan 4 medali emas bagi kontingen Indonesia. Ini berarti, Pencak Silat merupakan salah satu cabang olah raga unggulan yang harus dipertahankan dan diperhatikan khususnya oleh generasi muda.

“Saya menantang anda untuk serius melestarikan seni Pencak Silat ini. Kesbangpol DKI Jakarta akan memfasilitasi program-program penguatannya,” kata Taufan.

Alumnus Kebijakan Publik UGM ini menambahkan bahwa dengan perolehana 4 medali emas dari Pencak Silat ini diharapkan bisa menjadi momentum kita bersama untuk terus melanjutkan upaya melestarikan kebudayaan bangsa yang juga telah menjadi prioritas dari Nawacita  sekaligus  merupkan modal krusial pembangunan sumber daya manusia Indobesia yang utuh.

Sementara itu dalam laporan kegiatannya, Kasubdit Ketahanan  Ekonomi, Seni dan Budaya, Yayuk S Hari mengatakan kegiatan “Pemantapan Nilai-Nilai Budaya Lokal Terhadap Dominasi Dan Pengaruh Budaya Asing Angkatan IV Tahun 2018” ini diikuti peserta dari Sanggar Seroja, Putra Jaya, Macan Saliwa,PPS Congkok, Jelima Poncer, Tari Kolot, SKS, Ujung Bondol, Kotole Parung, Seset Petir, Al Hikmah, Srikandi, Betawi Jati Pulo, SABAP, SBL Kumbang Manis, Golok Kembar, dan Lenggang Betawi. (Zul dan Endi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here