Beranda Budaya Budayakan 5 Tertib, Kesbangpol DKI Jakarta Kumpulkan 120 Kaum Muda

Budayakan 5 Tertib, Kesbangpol DKI Jakarta Kumpulkan 120 Kaum Muda

93
0
BERBAGI

JAKARTA – KEINDAHAN dan kenyaamanan hidup di kota Jakarta bukan hanya menjadi tugas pemerintah tetap juga merupakan tanggungjawab seluruh warganya.

Karena itu, guna membudayakan budaya tertib, Kesbangpol DKI Jakarta melakukan kegiatan “Dialog Interaktif Generasi Muda, Pelajar dan Mahasiswa dalam Sukses 5 Tertib Jakarta, Angkatan IV Tahun 2018 di Hotel Gumilang, Cipayung.

Menurut Plt. Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si sosialisasi budaya 5 tertib bagi kalangana generasi muda sangatlah strategis karena hal menyangkut dengan kepribadian kita  sebagai bangsa Indonesia.

“Manusia Indonesia adalah manusia yang hidup dan besar dalam begitu banyak tatanan nilai, norma, adat istiadat dan budaya. Dan dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan, ajaran agama dan nilai-nilai itu yang semestinya menjadi panduan utama dan motivasi bagi kita sekalian dalm menjalankan kehidupan sebagai sebuah bangsa yang bermartabat, aman, tertib dan selalu menjaga toleransi di tengah masyarakat ibu kota Jakarta yang sangat majemuk,” ujar Taufan di Ciawi, Selasa (4/9/2018).

Taufan menjelaskan, dengan kedudukan Jakarta sebagai ibukota Negara dan pusat pengendalian berbagai kegiatan Negara berskala Nasional dan Internasional, faktor ketertiban dan keamanan harusah terjaga dengan baik.

Gubernur DKI Jakarta telah mengeluarkan keputusan bernomor 224 tahun 2015 tanggal 6 Februari 2015 tentang Pembentukkan Kelompok Kerja Percepatan 5 Tertib Jakarta, yang meliputi tertib hunian, tertib buang sampah, tertib PKL, tertib lalu lintas dan tertib demo.

“Program lima tertib akan lebih cepat berhasil apabila pemerintah Provinsi DKI Jakarta didukung sepenuhnya oleh aparat Pangdam Jaya, Polda Metro Jaya dan seluruh komponen Masyarakat terutama para Generasi Muda,” ujarnya.

Taufan menjelaskan, Jakarta adalah sebuah kota modern yang terbuka bagi semua warga Indonesia. Kota menjadi komunitas yang dibentuk berdasarkan kesepahaman antar elemen warga yg berposisi setara, dengan tujuan membangun kehidupan bersama. Jakarta harus menjadi kota modern yang wargannya tidak hanya pasif menunggu untuk mendapatkan sesuatu, namun juga warga bisa aktif saling memberi  dan berbagi, dan tentu saja bukan tempat untuk saling menguasai, sebuah kota modern di mana warganya dapat mengaktualissi diri tanpa harus menginjak-injak  hak individu atau kelompok lainnya.

Untuk itu, lanjut Taufan, Pemerintah daerah tentu harus mengambil langkah-langkah standar untuk perbaikan kehidupan yang layak huni, seperti keamanan, perumahan, infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Namun kini saatnya pula kota Jakarta berinovasi untuk selalu memaksimalkan fungsi-fungsi perkotaan yang  sudah ada dan juga mengembangkan fungsi-fungsi kota yang baru. Ibukita kita ini harus juga menata diri agar bisa menjadi pusat ekspresi seni dan kesenian. Jadikan kota ini ruang ekspresi yang indah dimana para pekerja seni dan kebudayaan memancarkan karya-karya diberbagai lorong dan sudut kota. Jadikan keindahan bagian utama dari ibukota.

Untuk mewujudkan prinsip kota modern ini jelas Pemerintah ibukota tak akan bisa bekerja sendiri. Kerjasama dengan berbagai komponen masyarakat jelas dibutuhkan. Namun yang sangat penting adalah solidnya pimpinan di ibukota,yang dalam konstitusi disebutkan meliputi juga lembaga wakil rakyat dan juga lembaga keamanan serta penegakkan hukum.

Ibukota menjadi milik semua, termasuk dalam pengelolaannya. Semangat permusyawarahan dan perwakilan harus dihidupkan kembali untuk bergotongroyong membangun kota Jakarta yang aman, Nyaman dan Tertib sehingga Visi dan Misi Gubernur dan Wakil gubernur provinsi DKI Jakarta,”kota maju, lestari dan berbudaya yang warganya terlibat dalam mewujudkan keberadaan,keadilan dan kesejahteraan bagi semua” akan segera tercapai. (Zul dan Endi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here