Beranda Politik Didi Sudiana Minta Masyarakat Cerdas Memilih Pemimpin

Didi Sudiana Minta Masyarakat Cerdas Memilih Pemimpin

108
0
BERBAGI

JAKARTA – SEKRETARIS Dirjen Polpum Kemendagri, Didi Sudiana, SE, MM, mengharapkan masyarakat pemilih agar cerdas dalalm memilih pemimpin pada Pemilu Serentak 2019.

“Masa depan Indonesia ditentukan oleh pilihan politik para pemilih. Karena itu, gunakanlah nalar dan naluri anda dalam memilih pemimpin ke depan. Jangan pilih pemimpin yang mengumbar informasi hoax, menebar kebencian dan memakai politik uang,” ujar Didi ketika membuka kegiatan Forum Komunikasi Sosial dan Pembahasan Isu-Isu Strategis Bidan Politik Dalam Negeri di Hotel Royal, Kuningan, Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Menurut Didi, Pemerintah menjamin hak konstitusional warga untuk ikut serta dalam Pemilu Serentak pada Rabu, 17 April 2019. Partisipasi politik masyarakat pada pemilu tahun depan ini diharapkan bisa mencapai 77,5%.

Pemerintah telah menetapkan adanya pasangan calon presiden berikut jika para wakil rakyat yang akan dipilih sebagai anggota dewan baik dari daerah  kabupaten kota dan provinsi hingga  pusatnya. Karena itu, silakan bapak-bapak untuk memilih calon terbaiknya.

“Kemendagri mengharapkan kepada masyarakat pemilih agar menjadi pemiih yang cerdas.” tuturnya.

Pemilu, katanya,  bukankah tujuan tapi proses untuk meningkatkan kualitas demokrasi. Ada dampak hukum dari Pemilu dan Pilkada pada penguatan legitimasi kepemimpinan nasional.

Didi menjelaskan, pada aspek budaya ada pendidikan politik bagi masyarakat untuk memilih  pemimpin yang santun, bersih dan bermartabat.

Dari aspek Hankam, harus dicegah adanya disharmoni sosial akibat perbedaan pilihan kita harus tetap menjaga pemilu yg Jurdil, Luber dan Rahasia. Mari bersama kita wujudkan pesta demokrasi yang bergembira dan menghasilkan pemilu yang terbaik dan berkualitas.

Didi menambahkan, agar para kandidat Tim Ses Pilpres dan Caleg untuk menghindari money politik, informasi hoax dan ujaran kebencian. Bagi ASN yang melanggar selama masa kampanye ini jika ditemui fakta akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Hindari juga embrio yang menimbulkan masalah ketertiban kita seperti keributan antar kelompok, antar Ormas dan jika ditemui potensi keributan itu segera berkoordinasi dengan instansi terkait,” pintanya.

Sementara itu. Dalam laporannya Kasubdit Fasilitasi Peningkatan Demokrasi, Rahmat Santoso mengharapkan kepada para peserta agar informasi yang didapat dari kegiatan “Forum Komunikasi Sosial dan Pembahasan Isu-Isu Straegis Bidan Politik Dalam Negeri ini bisa disebarluaskan kepada anggota masyarakat, dan kerabat lainnya.

“Kita mengharapkan agar patisipasi politik warga bisa meningkat menjadi 77,5 persen. Untuk itu, peran serta anda akan sangat membantu pemerintah mewujudkan harapakan ini,” pungkas Rahmat.

Nara sumber lain pada kegiatan ini yaitu, Direktur Politik Dalam Negeri, Drs. La Ode Ahmat, M. Si, Kasubdit Implemenasi Kebijakan Politik, Drs. Bangun Sitohang, MM., dan Peneliti Sindikasi Pemilu dan Demokrasi, Dian Permata. (Zul dan Endi).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here