Beranda Nasional Taufan: Kerukunan Umat Beragama Menentukan Bahagia dan Majunya Warga Jakarta

Taufan: Kerukunan Umat Beragama Menentukan Bahagia dan Majunya Warga Jakarta

185
0
BERBAGI

CISARUA – DINAMIKA kerukunan umat beragama pada masyarakat di ibukota saat ini bersinggungan dengan masalah etnis, sosial, ekonomi, budaya hingga pandangan politik. Meski dari sisi sosial ekonomi status masyarakat Jakarta berada di atas rata-rata daerah lain di Indonesia, masalah menjaga kerukunan umat beragama tetap menjadi perhatian Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) DKI Jakarta.

“Visi Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, yang ingin mewujudkan “Maju Kotanya Bahagia Warganya akan menjadi kenyataan jika para tokoh agama terus aktif menyerukan kepada umatnya untuk terus menjaga kerukunan beragama,” ujar  Plt. Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.S.,  ketika membuka acara sekaligus menyampaikan materi pada kegiatan “Peningkatan Kerukunan Umat Beragama di Angkatan IX Tahun 2018” di Hotel Puncak Raya, Cisarua, Selasa Malam (23/10.2018).

Berbicara dengan gaya bahasa yang komunikatif dan penuh humor, Taufah menjelaskan kaum agamawan memegang peranan penting di masyarakat dalam memberikan motivasi ajukan umatnya di segala bidang kehidupan.

Agama, kata Taufan, memiliki ethos Capitalism, yang dalam terminologi Weberian mengandung nilai-nilai etok kerja produktif, rasional legal dan berorentasi pada kemajuan.

“Pada masyarakat kita, spirit Weberian ini ada pada hampir semua agama. Karena itu, anda sebagai pemuka agama memiliki peran sinergis untuk membangun keharmonisan dan kerukunan umat beragama agar tercipta kondisi yang aman bagi umatnya untuk menjalankan aktifitas ekonomi,” paparnya.

Taufan mencontohkan, sedikit saja ada masalah konflik agama di ibukota, maka hal itu bisa berakibat pada terganggungnya suplay sembako.

Kesbangpol DKI Jakarta juga berpesan agar para pemuka agama bersama umatnya terkait sedang berjalannya tahapan Kampanye Pemilu mulai 23 September hingga 17 April 2019 agar turut menjaga umatnya agar jangan menyebarkan hoax, ujaran kebencian, dan kampanye hitam (black campaign).

Indeks Demokrasi Indonesia (IDI)  di Jakarta, lanjut Taufan, saat ini berada paling tertinggi di dari seluruh provinsi di Indonesia. Capaian tertinggi ini tidak terlepas dari  peran tokoh agamawan.

“Ayo para pemuka agama bantu pemerintah agar mendorong jamahnya untuk ikut mencoblos pada Pemilu Serentak 2019,” pintanya.

Taufan juga meminta agar kaum agamawan bersama umatnya untuk memilih calonnya yang duduk di Legislatif nanti yang bersih, berintegrasi dan tidak terkena kasus korupsi. Kita ingin memilih pemimpin masa depan yang tidak mempunyai masalah dengan hukum.

 

Terkait peran Kesbangpol DKI Jakarta dalam menciptakan pemimpin yang bersih dan berintegras, Taufan menjelaskan pihaknya sudah bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengembangkan kegiatan Politik Cerdas Berintegritas (PCB) yang bertujuan untuk mendidik para calon anggota legislatif tentang politik yang santun, bersih, bermartabat dan berintegritas. Untuk tahun 2018, Kesbangpol DKI Jakarta akan mengembangkan sebanyak 3 kegiatan PCB hingga akhir tahun ini.

“DKI Jakarta membutuhkan partner yang akan duduk di DPRD nanti memiliki integritas. Hanya dengan memiliki pemimpin yang bersih kita akan bisa meningkatkan kesejahteraan warganya,” pungkas Jebolan Pasca Sarjana UGM ini. (Zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here