Beranda Budaya Plt. Kesbangpol DKI Jakarta Gelorakan Semangat Sumpah Pemuda Dihadapan 110 Pelajar SMU...

Plt. Kesbangpol DKI Jakarta Gelorakan Semangat Sumpah Pemuda Dihadapan 110 Pelajar SMU Jakarta 

119
0
BERBAGI

JAKARTA – SEMANGAT perayaan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2018 terus digelorakan kepada kalangan generasi muda sebagai generasi penerus bangsa. Meski sudah memasuki usia ke-90 tahun sejak Deklarasi Sumpah Pemuda itu dibacakan pertama kali pada Kongres II pada 28 Oktober 1928, spirit Sumpah Pemuda itu tetap aktual untuk digelorakan di kalangan pemuda Indonesia saat ini.

“Sembilan puluh tahun setelah Sumpah Pemuda, semangat pemuda itu masih dibutuhkan generasi muda. Mari dengan semangat Sumpah Pemuda kita bantu pemda DKI Jakarta dalam upaya memerangi Narkoba, gangguan keamanan dan ketertiban, hingga perang melawan radikalisme dan terorisme,” ujar Plt. Kesbangpol DKI Jakarta, Taufan Bakri di Hotel A One, Jakarta, Senin 29/10/2018).

Taufan hadir untuk membuka kegiatan Kesbangpol DKI Jakarta bertema “Dialog Interaktif Membangun Karakter Anak Bangsa yang Berjiwa Pancasila Angkatan VIII Tahun 2018.” Kegiatan ini dihadiri juga Kepala Bidang Ideologi, Asyik Noorhilman, Kasubdit Ideologi Negara, Rahmat Hidayat, 110 murid dari SMU Negeri 25 dan SMU Negeri 7, dan perwakilan guru.

Menurut Taufan, peran pemuda menjadi penting sebagai generasi penerus yang menentukan kemajuan bangsa di masa mendatang. Untuk itulah, Kesbangpol DKI Jakarta mengadakan kegiatan “Dialog Interaktif Membangun Karakter Anak Bangsa yang Berjiwa Pancasila” sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ini Peringatan pada 28 Oktober 2018.

“Kegiatan ini kita adakan sebagai peringatan atas semangat para pemuda di masa lalu,” ujar Taufan.

Dia menjelaskan, mengingat 28 Oktober sebagai Hari Sumpah Pemuda berarti mengingat semangat kaum muda di masa lampau. Deklarasi Sumpah Pemuda ini muncul pada saat Kongres Pemuda Kedua melahirkan keputusan yang kemudian disebut Sumpah Pemuda. Istilah Sumpah Pemuda muncul setelah kongres untuk menyebut hasil kongres bersejarah yang punya semangat persatuan. Dari kongres ini kita bisa melihat semangat para pemuda untuk melakukan perubahan bagi bangsanya dengan membebaskan diri dari belenggu penjajahan.

Taufan menjelaskan, sebagai generasi penerus, adik-adik harus mewarisi semangat para Pemuda dulu. Semangat itu bercirikan karakter yangi berjiwa satria, bermental kuat, dan ketiga ethos kerja. Etos kerja itu bukan hanya bermakna dalam profesi amda ketika bekerja, tetapi selagi adik-adik masih pelajar pun etos itu ada. Belajar, itu termasuk etos kerja yang dibuktikan dengan nilai-nilai prestasi di sekolah.

“Karakter Anak Bangsa yang akan dibangun itu bersumber dari nilai-nilai yang ada di Pancasila,” paparnya.

Adapun aktualisasi nilai-nilai Pancasila itu, lanjut Taufan, akan dipresentasikan oleh para narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing. Dalam aspek Ketahanan, akan berbicara pejabat dari Kementrian Pertahanan yaitu Brigjen TNI, Adi Sudaryanto  yang berbicara tentang “Proxy War dan Masa Depan Ideologi Pancasila,” kemudian pembicara dari BNN, Joko Purnomo, dan terakhir motivator Hadiisaja.

“Kami mengharapkan usai pertemuan ini, semangat adik-adik tumbuh kembali untuk mencintai ideologi Pancasila dan kemudian belajar untuk bisa mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat,” pungkas Taufan. (Zul).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here