Beranda Budaya Kesbangpol DKI Jakarta Antisipasi Dampak Negatif Pembangunan

Kesbangpol DKI Jakarta Antisipasi Dampak Negatif Pembangunan

28
0
BERBAGI

CISARUA – KEMAJUAN Pembangunan yang sedang berlangsung di segala bidang kehidupan di Ibukota Jakarta saat ini tentu banyak membawa manfaat positif bagi warganya.

Di samping manfaat, tentu ada dampak negatifnya. Pembangunan tentu membawa nilai-nilai moderen seperti pola hidup konsumtif, sikap individualistik hingga lunturnya budaya lokal digantikan dengan budaya hip-hop.

Karena itu, guna melihat seberapa jauh ada pergeseran nilai-nilai budaya lokal dan upaya mengantisipasinya. Kesbangpol DKI Jakarta menggelar kegiatan “Pemantapan Nilai-Nilai Budaya Lokal terhadap Dominasi dan Pengaruh Budaya Asing Angkatan ke V tahun 2018.”

Menurut Plt. Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M. Si, kaum muda adalah elemen masyarakat yang paling rentan dalam memfilter pengaruh negatif dari globallisasi dan modernisasi yang berlangsung saat ini/

Mengutip Undang-undang Dasar 1945 pasal 32 ayat 1, Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia ditengah peradaban dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya” Taufan mengatakan, kebijakan pemerintah dalam melestarikan kebudayaan bangsa ditunjukkan ke arah pemenuhan hak hak asasi manusia kemajuan peradaban persatuan dan kesatuan serta kesejahteraan bangsa Indonesia.

Visi dan Misi Pemprov DKI Jakarta “Maju Kotanya dan Bahagia Warganya”, kata Taufan akan berhasil jika seluruh warganya mengembangkan etos kerja yang produktif, disiplin, rajin, hemat dan saling menghormati etnis dan budaya suku bangsa lain. Nilai-nilai produktif itu ada yang bersumber dari agama maupg-mun dari budaya masing-masing daerah.

Dia menambahkan, kebudayaan kita yang bercirikan karakter kegotongroyongan dan kebhinekaan merupakan kekuatan dan potensi bangsa dalam mewujudkan implementasi demokrasi politik dan demokrasi ekonomi Indonesia” paparnya.

Budaya daerah, lanjut Taufan, merupakan pembentukan jati dan diri bangsa kekayaan bangsa yang harus diperhatikan secara serius dan seksama terutama dalam memajukan era globalisasi saat ini. Budaya daerah dapat memberi andil yang sangat besar dalam pembentukan jati diri bangsa dan proses regenerasi bangsa,” terangnya.

Kepada 120 peserta, Taufan mengungkapkan  realitas tergerusnya budaya lokal akibat modernisasi dan globalisasi.

“Seni budaya daerah sudah mulai terkikis dan tergerus oleh budaya asing serta tidak sedikit pola budaya kita yang telah diklaim oleh bangsa lain,” paparnya.

Karena itu, kepada para peserta yang umumnya berasal dari kalangan kampus ini, Taufan meminta ager mereka turut melestarikan warisan budaya bangsa dengan jalan mencintai seni dan budaya daerah.

“Masa depan seni dan budaya bangsa ada di tangan para mahasiswa. Andalah pewaris sah dari warisan nenek moyang ini. Anda harus menjaga warisan ini agar tidak lagi di klaim oleh bangsa lain,” gugah Taufan. (Zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here