Beranda Politik Kesbangpol DKI Jakarta Per 12 November Sosialisasi Pemilu untuk 18.000 Peserta

Kesbangpol DKI Jakarta Per 12 November Sosialisasi Pemilu untuk 18.000 Peserta

216
0
BERBAGI

CISARUA – BADAN Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta per tanggal 12 November akan memulai Sosialisasi pemilihan presiden dan calon anggota legislatif untuk 18.000 peserta.

“Sosialisasi ini diperlukan karena adanya kebingungan warga terkait sistem coblos untuk pemilihan anggota legislatif yang tidak ada wajah anggota dewanya,” ujar Plt. Kesbangpol) DKI Jakarta, Taufan Bakri ketika membuka kegiatan Peningkatan  Pemahaman Undang-Undang Bidang Politik Angkatan VIII di Cokro Hotel, Cisarua, Rabu, (8/11/2018), Bogor, Jawa Barat. .

Menurut Taufan, warga Jakarta yang akan menyalurkan hak suara pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang menggunakan sistem coblos. Dengan demikian Pemilih cukup mencoblos satu pilihan caleg atau partai politik saja, yang ada dalam surat suara.

Taufan menjelaskan, untuk surat suara Calon Anggota DPR RI dan DPRD Jakarta, nantinya ada lambang partai politik dan hanya ada nomor urut dan nama lengkap caleg sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP)/identitas saat mendaftar ke KPU, bukan nama panggilan. Surat suara tidak dilengkapi dengan foto atau gambar caleg.

Karena itu, kata Taufan guna menghindari warga bingung saat mencoblos di bilik layar, kami akan menggelar kegiatan Sosialisasi ini. Dengan adanya kebingungan warga ini dikhawatirkan warga akan salah mencoblos yang berakibat batal hak pilih. Jika banyak hak pilih yang batal karena kertas suara rusak, maka partisipasi warga dalam Pemilu 2019 akan menurun dan itu berdampak pada skore Indeks Demokrasi Indonesia bagi DKI Jakarta.

Taufan menjelaskan, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi DKI Jakarta 2017 mencapai angka 84,73 dalam skala 0 sampai 100. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan angka tahun 2016 yang sebesar 70,85. Capaian kinerja demokrasi tersebut sudah berada pada kategori “baik”.

“Skore IDI Jakarta ini tertinggi dari seluruh Provinsi dan ini adalah kerja keras warga “ DKI bersama pemerintah,” papar Taufan.

Taufan mengatakan, skore IDI Jakarta tertinggi ini menurut penilaian tim ahlli dari LIPI dan BPS. Sebelumnya BPS merilis IDI Jakarta mengalami penurunan pada 2016.

Karena itu, kepada seluruh anggota Panitia Pengawasan Kecamatan (PPK), Taufan meminta agar mereka nantinya mensosialisasikan UU Pemilu termasuk tata cara pencoblosan yang benar. (Zul)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here