oleh

Kesbangpol DKI Jakarta Kenalkan Etika dan Budaya Politik kepada 110 Mahasiswa

CISARUA – SEBANYAK 110 Mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta mengikuti kegiatan “Peningkatan Etika Dan Budaya Politik dalam Demokrasi Angkatan V Tahun 2018,” di Hotel Ria Diani, Bogor (13/11/2018).

Kegiatan ini dilaksanakan 4 hari 3 malam, mulai Selasa sampai dengan Jumat 13- 16 November 2018 di hotel Ria Diani Jalan Raya Puncak nomor 111 Cipayung Bogor Jawa Barat dan diikuti 110 orang terdiri dari 6 perguruan tinggi di Jakarta yaitu  Universitas Negeri Jakarta, Universitas Indraprasta, Universitas Bina Sarana Informatika Pulogadung, Universitas  MPU Tantular, dan Universitas Ibnu Chaldun.

Dalam sambutannya,  Plt. Kesbangpol DKI Jakarta, Taufan Bakri mengatakan sebagai insan intelektual, mahasiswa perlu memahami tentang etika dan budaya politik dalam berdemokrasi.

“Demokrasi Pancasila tumbuh dan berkembang dengan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia,” ujar Taufan.

Alumnus Fisip Unas ini memahami konstribusi mahasiswa dalam mengawal jalannya kehidupan demokrasi di Indonesian. Mahasiswa selalu tampil ketika ada permsalahanan dalam kehidupan bermasyarakat. Salah “ gugah satu saluran komunikasi yang dilakukan mahasiswa yaitu melalui demonstrasi.

Pemerintah memahami bahwa demonstrasi atau unjuk rasa merupakan hak asasi warga negara dan pemerintah mengapresiasi nya. Namun demonstrasi yang dilakukan itu tidak boleh mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

“Demonstrasi merupakan salah satu cara menyampaikan aspirasi masyarakat. Namun aspirasi itu tidak akan sampai ke pemerintah jika cara yang dilakukannya   mengganggu kamtibmas,” gugah Taufan.

Dijelaskannya, hal ini berarti ketika anda demonstrasi, anda pun harus memiliki etika dalam menyampaikan aspirasi dengan santun dan baik, gagasan disampaikan secara konseptual. Demonstrasi juga tidak boleh dilakukan secara anarkis, menyebarkan kebencian,  menghujat, memaki dan menyebarkan hoax.

Terkait gagasan pengembangan budaya politik yang santun ini, Taufan menyampaikan bahwa pihaknya telah mengembangkan sosialisasi Politik Cerdas Berintegritas (PCB). Program ini ditujukan kepada para kandidat atau caleg yang akan duduk di DPRD 2019 nantinya. Dengan mengikuti PCB ini diharapkan anggota DPRD terpilih nantinya akan memiliki karakter sebagai politisi yang bersih, cerdas santun, berintegritas, dan menjauhi praktek praktek politik yang manipulatif dan koruptif.

“Program PCB dikembangkan pemerintah bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” terangnya.

Pada kesempatan itu, Taufan juga meminta agar membantu pemda DKI dalam menyambut Pemilu Serentak 2019. Bantuan itu berupa ikut berpartisipasi pada saat hari pencoblosan pemiihan legislatif dan pemilihan presiden pada Rabu, 17 April 2019.

Bantuan itu berupa tidak ikut menyebarkan hoax, ujaran kebencian, kampanye hitam dan mencegah politik uang.  Dan yang terpenting lagi yaitu tidak Golput alias ikut serta menggiunakan hak pilihnya pada 17 April mendatang

“Partisipasi politik anda menentukan kualitas demokrasi di Indonesia,” pungkas Taufan. (Zul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed