oleh

Taufan Gugah Pelajar untuk Cintai Seni dan Budaya

-Budaya-351 views

CIPAYUNG – SERBUAN budaya asing yang muncul di banyak ruang publik di jalan-jalan Jakarta saat ini menunjukkan adanya intervensi budaya asing yang tengah melanda kehidupan kita

Maraknya ruang publik dengan reklame berbahasa asing memang merupakan konsekuensi logis dari modernisasi yang terjadi di ibukota Jakarta.

Karena itu, guna mengimbangi pengaruh negatif budaya asing, Kesbangpol DKI Jakarta melalui Sub Direktorat Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya melaksanakan Dialog Membangun Semangat Cinta Seni dan Budaya untuk Angkatan ke 5 Tahun 2018.

Kegiatan yang dilakukan di hotel Arimbi Cipayung Rabu (14/11/2018) ini diikuti 120 peserta dari kalangan pelajar Jakarta dan pendampingan oleh para guru.

Dalam sambutannya, Plt. Kesbangpol DKI Jakarta, Taufan Bakri mengatakan di samping pengaruh positif dari budaya asing seperti semangat mencari ilmu pengetahuan dan teknologi disiplin, kerja keras, inovasi juga ada pengaruh negatif.

Modernisasi dan globalisasi membawa dampak negatif juga bagi generasi muda berupa sikap hidup konsumeristis, cinta budaya hip-hop, cinta terhadap makanan asing, individualistis, dan melupakan budaya dan tradisi warisan nenek moyang kita.

Baca Juga:  Kesbangpol DKI Ajak Sineas Buat Film Tokoh Hero Pitung

Taufan mengatakan bahasa asing, apakah Inggris, Korea atau Cina harus kita kuasai. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi apakah dari Eropa, Cina atau Korea itu hanya mungkin dikuasai jika kita menguasai bahasa mereka. Termasuk upaya mencegah pengaruh negatif budaya asing hanya dimungkinkan bila kita memahami bahasa asing tersebut.

Kesbangpol DKI Jakarta memahami bahwa dalam interaksi budaya di tengah era globalisasi, masalah ketahanan budaya menjadi sesuatu yang krusial untuk dipertahankan.

Sebagai generasi penerus, kata jebolan kebijakan publik Pasca Sarjana UGM ini, mengatakan generasi muda adalah pewaris sah dari kekayaan seni dan budaya Indonesia.

“Mencintai Budaya adalah langkah awal untuk merasa memiliki budaya. Jika adik-adik sudah mencintai budaya maka jika produk seni dan khasanah budaya kita di claim oleh negara lain saya yakin adik-adik akan marah,” gugah Taufan.

Karena itu selama 2 hari, Rabu-Jumat, adik-adik akan diberi pencerahan terkait kesadaran untuk mencintai seni dan budaya warisan leluhur

Sejumlah narasumber kompetensi di bidang masing-masinh akan dihadirkan untuk memberikan informasi yang komprehensif termasuk pembicara yang akan memotivasi adik-adik untuk bangkit mencintai dan mengaktualisasukan seni dan budaya di sekolah masing-masing nantinya.

Baca Juga:  Taufan Gugah Kesadaran Berbudaya Kaum Pelajar 

“Ingatlah, warisan sen dan budaya ini ada di tangan kalian, Karena itu, manfaatkan waktu selama 2 hari dari kegiatan ini agar adik-adik sepulangnya dari sini tumbuh semangatnya untuk mencintai seni dan budaya kita,” gugah Taufan. (Zul).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed