oleh

HUT Ke-44, IWAPI Dorong Perempuan Menuju Terwujudnya Agroindustri Pertanian Berkelanjutan

BANDUNG – IKATAN Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) menggelar syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/2/2019). Temanya Pemberdayaan Perempuan dan Milenial Dalam Industri 4. Bidang Pertanin: Menuju Terwujudnya Agroindustri Pertanian Bekelanjutan.

Ketua Panitia Acara HUT IWAPI, Rina Annar mengatakan, perjalanan IWAPI berkarya untuk Indonesia sebagai wadah dan wahana komunikasi, informasi, representasi, konsultasi, fasilitasi dan advokasi untuk perempuan pengusaha tahun ini memasuki 44 (empat puluh empat) tahun. Menurutnya, ini bukanlah perjalanan yang mudah.

Perjalanan yang tidak mudah dan tidak terlepas dari berbagai tantangan yang telah mempersatukan lebih dari 30,000 anggota para perempuan wirausaha di 32 provinsi, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia untuk memberikan sumbangan tidak saja bagi kemandirian ekonomi anggota, keluarga juga kontribusi untuk memenuhi ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya.

Rina menuturkan, Indonesia sebagai salah satu negara agraris tropis terbesar di dunia semestinya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Namun, pada kenyataannya Indonesia belum sepenuhnya memanfaatkan semua potensi sumber daya alam dan manusianya.

“Untuk itu,” perlu adanya gerakan optimalisasi aksesibilitas rakyat terhadap pangan dan kebijakan, program, sistem pangan nasional yang holistic, terintegrasi dan komprehensif,” ujarnya.

Iwapi saat menggelar Rakernas

Ia pun melihat peluang dan potensi para perempuan dalam agrobisnis untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Pada kesempatan ini, IWAPI bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian.

Ketua Umum IWAPI Nita Yudi mengatakan, sangat mengapresiasi dukungan nyata pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian untuk mendorong wirausaha agrobisnis. Terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang merupakan isu strategis dan penting dalam kerangka pembangunan pertanian sebagai prioritas utama dalam pembangunan.

“Bagi IWAPI yang sebagian besar 85% anggotanya adalah perempuan yang mempunyai usaha di skala UMKM/UKM, harus menjawab dan menghadapi tantangan tersebut dengan meningkatkan keahlian kewirausahaan, keterampilan dan juga inovasi agar tantangan tersebut dapat diubah menjadi peluang,” katanya.

Sehingga para perempuan UMKM di bawah bendera IWAPI siap menghadapi tantangan tersebut, bahkan menciptakan peluang meningkatkan kesejahteraan secara ekonomi tidak saja di tingkat daerah, nasional, regional, bahkan menembus pasar internasional. Hal itu sesuai dengan imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika membuka acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IWAPI ke 28 pada Oktober 2018 di Padang.

Yakni, agar para perempuan UMKM giat, berani menghadapi kompetisi, membuka lapangan kerja baru serta siap ekspor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Nita menambahkan, IWAPI sebagai mitra pemerintah terus giat dalam pemberdayaan ekonomi perempuan yang berwirausaha, peningkatan kualitas SDM perempuan, kegiatan ekonomi produktif. Sebab, semua itu berpotensi memberikan dampak positif untuk mengurangi angka kemiskinan, menyerap tenaga kerja, dan pemerataan kesejahteraan agar tujuan pembangunan berkelanjutan untuk agenda 2030 dapat tercapai.

HUT IWAPI ke-44 ini turut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Okezone.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed