oleh

Kesbangpol DKI Jakarta Harapkan Kaum Muda Jadi Agen of Change

MEGA MENDUNG – DINAMIKA konflik pada masyarakat ibukota merupakan kondisi yang tidak bisa dielakkan. Gesekan sosial ekonomi, perbedaan sosial budaya etnis, Ras dan Agama berpotensi untuk timbulnya konflik.

Karena itu, guna mengantisipasi potensi konflik, Kesbangpol DKI Jakarta menggelar kegiatan  “Dialog Interaktif Manajemen Konflik dan Penanganan Konflik Sosial bagi Masyarakat Angkatan 1 Tahun 2019.”

Kegiatan yang menghadirkan 300 peserta dari organisasi kepemudaan di ibukota Jakarta ini diselenggarakan di hotel Rizen Premiere, Bogor, Senin (11/3/2019).

Dalam sambutan pembukaanya, Plt. Kepala Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si mengapresiasi kehadiran kalangan kaum muda pada pertemua ini. “Kehadiran anda merupakan wujud kerjasama dan kemitraan antara Pemda DKI Jakarta dengan organisasi kepemudaan di ibukota Jakarta,” papar Taufan.

Berbicara dengan bahasa yang komunikatif dengan sentilan-sentilan humoris segaranya, Taufan menjelaskan bahwa kondisi DKI Jakarta yang terdiri dari warga yang multi etnis, multi agama, multi bahasa, dan multi sosial serta tingkat urbanisasi yang cukup tinggi dan kompleksitas permasalahan aktual sehari-hari tentu akan mempengaruhi pola pikir dan pola hidup serta pekerjaannya yang tentu dapat berdampak terhadap nilai nilai nilai Pancasila dan kearifan lokal tanah air.

Selain itu, kata Taufan, pengaruh globalisasi dan reformasi dengan kebebasan informasi dan komunikasi yang tidak terbatas tentu juga berpengaruh pada ideologi, politik, sosial, budaya dan ekonomi.

Diterangkannya, dengan kondisi itu, maka tidak mustahil bila muncul aksi radikalisme dan intoleransi eksklusif, dan sikap anti sosial lainnya. Masing-masing  etnis dan kelompok masyarakat menanggapi bahwa kelompok dan golongannya adalah yang paling baik dan benar.

“Kondisi ini bisa menjadi faktor penyebab retaknya nilai-nilai persatuan dan kesatuan rakyat selain faktor lainnya seperti narkotika, konsumerisme dan lain-lain,” imbuhnya.

Karena itu, Taufan meminta partisipasi organisasi kemasyarakatan kepemudaan untuk mencegah dan menimalisir pengaruh negatif dan kebebasan dan keterbukaan informasi dan komunikas.

“Kita berharap anggota organisasi kepemudaan khususnya para peserta mampu menjadi inspirator dan dan agent of change dalam memberikan informasi kepada masyarakat agar tetap menjaga nilai-nilai ideologi bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasarkan norma agama serta kearifan lokal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pintanya.

Pada kesempatan itu, Kesbangpol DKI Jakarta juga meminta agar  memasuki tahun Politik dan menyambut Pemilu 2019, kaum muda turut menjaga pesta demokrasi nasional ini dengan gembira dan sukacita, jauh dari rasa takut.

“Suksesnya Pemilu adalah kemenangan kita semua yakni seluruh bangsa dan negara RI yang memimpin untuk 5 tahun ke depan,” pungkas Taufan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed