oleh

Kesbangpol DKI Jakarta Terus Perkuat Kapasitas Perempuan Di Lembaga Politik

-Politik-395 views

BOGOR – KEBIJAKAN Pemprov DKI Jakarta terhadap kaum perempuan sangat ditentukan oleh keberdaan kaum perempuan yang duduk di legislatif. Sebagai mitra pemerintah, calon legislator perempuan dan ormas pendukungnya diharapkan terus untuk terus meningkatkan kapasitasnya di bidang politik utamanya dalam pembuatan kebijakan perempuan.

Harapan itu disampaikan Plt. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri ketika membukan kegiatan bertema “Peningkatan Kapasitas Perempuan di Lembaga Politik dalam rangka Kesetaraan Gender Angkatan Kedua  Tahun 2019 i Hotel Green Forest, Bogor, Selasa (12/3/2019).

Mengawali sambutannya, Taufan mengatakan atas nama pemerintah provinsi DKI Jakarta menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada saudara dan para peserta para narasumber yang telah hadir memenuhi undangan.

Plt. Kesbangpol DKI Jakarta menjelaskan, bahwa setiap warga negara baik laki-laki maupun perempuan dalam kesehariannya disadari atau tidak hampir selalu bersentuhan dengan aspek aspek ideologi politik ekonomi sosial dan budaya atau ipoleksosbud yang dalam proses pelaksanaannya dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung.

Ditegaskannya, harus disadari bahwa partisipasi perempuan dalam politik dan ruang publik merupakan salah satu kondisi yang dibutuhkan dan tidak bisa dihindarkan dalam rangka pemenuhan proses demokrasi di Indonesia.

Baca Juga:  Kemendagri Sharing Isu Aktual Dengan 150 Warga Menteng

“Kaum perempuan akan tampil sebagai pembuat kebijakan atau policy maker. kontribusi yang sangat besar pada kesetaraan gender dalam kehidupan demokrasi. Peningkatan representasiperempuan dalam lembaga politik menjadi hal yang perlu diupayakan karena selain pengalaman dan kepentingan perempuan berbeda dengan laki-laki. Dari partisipasinya ini, kita harapkan akan lahir kebijakan yang melindungi dan mengapresiasi kepentingan perempuan,” ujar Taufan.

Kesbangpol DKI Jakarta memaparkan, Indonesia saat ini sudah memiliki kebijakan-kebijakan affirmative action, yang mendukung peningkatan kapasitas perempuan dalam politik. Sayangnya, hasil pemilu 2014 menunjukkan bahwa representasi perempuan dalam politik masih belum memenuhi kuota minimal 30%.

Katanya, ditemukan beberapa persoalan representasi perempuan dalam politik, yang masih mendapat banyak tantangan seperti, masih kuatnya persoalan budaya patriarki, kurang modal dan jaringan, persoalan internal partai, serta masih kuatnya persaingan dengan calon laki-laki.

Demikian pula kondisi komposisi keterwakilan perempuan di parlemen DPRD provinsi DKI Jakarta pada pemilu 2014 mengalami penurunan dibandingkan pemilu 2009 dari sebanyak 22 orang (23,4%) menjadi 19 orang (17,9%) dari total jumlah seluruh anggota dewan terpilih, walaupun jumlah caleg perempuan meningkat dari 296 orang (26%) pada pemilu 2009 menjadi 425 orang (33,4) pada pemilu 2014.

Baca Juga:  Tingkatkan Partisipasi Pemilih, Kesbangpol DKI Jakarta Lagi Gelar Edukasi Mahasiswa

Ditambahkannya, tantangan jumlah perempuan permen yang berkurang di lembaga pembuat undang-undang tersebut membuat gerakan bersama masyarakat harus tetap dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Hal ini menjadi penting agar kebijakan yang sensitif gender dapat dijalankan dalam semua aspek pembangunan dan kehidupan bermasyarakat.

Oleh karena itu melalui momen ini, Taufan mengajak seluruh peserta dalam kapasitas selaku anggota organisasi perempuan di provinsi DKI Jakarta, untuk dapat menyatukan langkah dan komitmen serta mengoptimalkan peran dan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan pembangunan dan pengembangan kehidupan demokrasi budaya politik yang dilandasi karakteristik dan moral sesuai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan undang-undang dasar negara republik Indonesia tahun 1945.

“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini dapat menambah wawasan dan menghasilkan output yang bermanfaat dalam upaya peningkatan kapasitas perempuan di lembaga politik serta implementasi di Indonesia dan di provinsi DKI Jakarta pada khususnya, terutama menjelang pelaksanaan pemilu serentak di tahun 2019 yang akan datang para perempuan harus mampu memposisikan diri menjadi bagian penting patut diperhitungkan dalam pemilu serentak.sehingga kaum perempuan mampu memberikan kontribusi positif melalui lembaga politik dengan tetap membangun dan mempertahankan citra Jakarta sebagai ibukota negara yang menjadi barometer bagi daerah lain di Indonesia,” harapnya.

Baca Juga:  Kesbangpol DKI Sebut Hoax dan Ujaran Kebencian Ancaman Demokrasi

Sementara itu, dalam laporan panitia penyelenggara kegiatan, Kasubdit Pendidikan Budaya Politik, Handoko K. Murhestriyarso mengatakan kegiatan “Peningkatan Kapasitas Perempuan di Lembaga Politik dalam rangka Kesetaraan Gender Angkatan Kedua Tahun 2019  merupakan bagian dari penyelenggara pendidikan politik yang melibatkan seluruh komponen masyarakat dan stakeholder, kader perempuan partai politik tingkat provinsi DKI Jakarta.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi pemahaman dan pembelajaran mengenai peningkatan kapasitas perempuan di lembaga politik dalam rangka kesetaraan gender serta implementasinya dalam kehidupan berdemokrasi di provinsi DKI Jakarta.

“Tujuannya, guna memberikan pemahaman kepada masyarakat sebagai bekal ilmu mengenai peningkatan kapasitas perempuan yang lembaga politik sebagai perwujudan kehidupan berbangsa dan bernegara. Termasuk mendorong partisipasi, pengenalan dan tanggung jawab masyarakat khususnya kaum perempuan dalam pengimplementasian peningkatan kapasitas perempuan di lembaga politik dalam rangka kesetaraan gender untukmendukung peningkatan keterwakilan perempuan sehingga dapat memenuhi kuota 30% di lembaga legislatif,” paparnya.

Kegiatan ini dilaksanakan 3 hari 2 malam pada hari Selasa sampai dengan Kamis tanggal 12 sampai dengan 14 Maret 2019 bertempat di hotel Bogor Green Forest, dengan jumlah peserta sebanyak 110 orang yang terdiri dari para kader perempuan dari unsur ormas perempuan DKI Jakarta yaitu, Perempuan Indonesia perempuan Indonesia raya DKI Jakarta 30 orang, Perempuan Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) DKI Jakarta 25 orang, Garda matahari 25 orang. (Zul dan Endi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed