oleh

Kesbangpol DKI Jakarta Gugah Kesadaran Politik Kaum Perempuan

BOGOR –  SUARA kaum perempuan penting untuk memperjuangkan aspirasi perempuan dalam pembuatan kebijakan dilegislatif. Ironisnya, meski secara demografis jumlah suara perempuan cukup besar namun perolehan kursi perempuan di legislatif dari perintah Undang-Undang Politik 30 persen kuota suara di parlemen justru menunjukkan kuota yang belum maksimal.

“Yang lebih mengetahui keinginan perempuan adalah kaum perempuan sendiri. Namun sayangnya, kamu perempuan tidak suka memilih kaumnya sendiri dan lebih memilih kaum lelaki,” ujar Plt. Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si ketika ­­memberikan sambutan pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Perempuan di Lembaga Politik Dalam Rangka Kesetaraan Gender  Angkatan 2019 di Hotel Forest Bogor, Selasa (12/03/2019).

Taufan menjelaskan, Gubernur DKI Jakarta Anies R. Baswedan mengharapkan agar kesadaran warga untuk berpartisipasi pada kegiatan politik khususnya pada peran sertanya untuk ikut mencoblos pada Rabu 17 April 2019 adalah penting.

“Jakarta sebagai barometer demokrasi telah menunjukkan prestasi perolehan Indeks Demokrasi Indonesia (ID) tahun 2019 sebesar 84,73 persen. Capaian ini merupakan capaian tertinggi dari seluruh Indonesia,” papar Taufan.

Taufan memparkan, IDI sebesar 71-78 selama 5 tahun (2009-2013) menunjukkan DEMOKRASI di DKI Jakarta pada tingkat SEDANG.

Pola fluktuatif IDI DKI Jakarta dengan tendensi menurun selama 5 tahun sejak 2009  menandakan belum matangnya perilaku dan sikap masyarakat serta pelaku politik dalam berdemokrasi

Sementara pada tahun 2014 dan 2015 IDI DKI Jakarta mencapai 84,70 dan 85,32. sedangkan IDI di atas 80 pada 2014 dan 2015 meningkat menjadi BAIK.

Setelah sempat pada tahun 2016 IDI DKI Jakarta turun drastis, dengan nilai 70,85, namun kembali pada penghitungan IDI Tahun 2017 DKI Jakarta meraih kembali PERINGKAT PERTAMA dengan nilai 84,73 dan IDI DKI Jakarta kembali pada kategori BAIK.

Karena itu, Taufan meminta agar kaum wanita baik yang tergabung dalam organisasi massa, aktivis perempuan maupun ibu rumah tangga turut membantu pemda DKI Jakarta untuk mengajak warga ikut mencoblos pada 17 April nanti.

“Dengan IDI yang tinggi, ini menandakan kesadaran warga Jakarta cukup tinggi untuk ikut terlibat  dalam kegiatan politik. Partisipasi warga dibutuhkan guna mengawal pembangunan demokrasi di Jakarta,” pungkas Taufan. (Zul an Endi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed