oleh

Taufan Ingatkan Kaum Budayawan dan Seniman Muda untuk Aktif Berpolitik

CIPAYUNG – PARTSIPASI politik kaum budayawan dan seniman muda pada pesta demokrasi yang sedang berlangsung turut  menjadi perhatian Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) DKI Jakarta).

Puncak pesta demokrasi pada hari pencoblosan 17 April 2019 harus menjadi spirit bersama kaum muda dan masyarakat   DKI Jakarta agar tidak lupa datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Kaum budayawan dan seniman muda diminta untuk aktif mencoblos pada 17 April esok dan juga mengajak  teman, kerabat, dan saudara anda agar jangan berlibur dulu pada 17 April esok,” ujar Taufan ketika membuka kegiatan “Pelaksanaan  Dialog Membangun Semangat Cinta Seni dan Budaya” yang diadakan di Hotel Bahtera, Puncak, Kamis  (14/3/2019).

Dalam ceramahnya, Taufan mengingatkan para budayawan dan seniman muda agar jangan lupa pada Rabu 17 April 2019 untuk datang ke bilik suara untuk mencoblos pilihan Presiden dan legislatif. 

Taufan juga meminta perhatian agar kaum muda juga ikut menjaga lingkungan dari ancaman anarkhis dan terorisme.

“Teror Bom Bunuh diri di Sibolga menuntut kita agar mengingatkan Pak RT untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan 24 jam,” papar Taufan.

Terkait dengan pewarisan warisan budaya bangsa,  Taufan mengingatkan kaum muda tetap mengembangkan kemampuan seni tradisional. Kaum muda adalah pewaris yang sah akan kekayaan seni dan budaya yang ada di Indoneia.   

Taufan mengakui, di  era reformasi ini budaya lokal (daerah) perlahan-lahan mulai berubah dan bahkan ada bagian-bagian tertentu yang hilang. Hal ini terlihat secara perlahan-lahan masyarakat cenderung berpikir dan menerapkan budaya luar dalam tata kehidupan.

“Kaum muda adalah kelompok yang paling rentan dengan pergeseran budaya ini,” ujarnya.

Pergeseran ini dapat kita lihat terutama pada masyarakat perkotaan yang telah mengalami akulturasi dari berbagai budaya, karena masyarakat kota bersifat heterogen.

Dalam arus globalisasi ada begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh berbagai negara, maka ada begitu banyak pula tuntutan untuk menyesuaikan diri terhadap kondisi tersebut. Termasuk juga tantangan dalam mempertahankan jati diri bangsa.

Untuk menghadapi hal ini perlu adanya strategi untuk mempertahankan identitas nasional yang merupakan jati diri bangsa. Salah satu upaya yang Kesbangpol DKI Jakarta lakukan adalah dengan mengumpulkan kalangan seni dan budayan muda untuk diajak tukar fikiran dan diskusi tentang tantangan aktual bangsa kita saat ini.

Taufan mengharapkan usai mengikuti kegiatan ini, kaum muda akan memiliki loyalitas terhadap NKRI, memiliki komitmen tinggi untuk pelestarian unsur dan nilai budaya.

“Yang paling dibutuhkan bangsa Indonesia pada saat ini adalah tindakan nyata dari segenap komponen Bangsa, bukan hanya sekedar retorika yang tak bermakna,” pungkas Taufan.

Sementara itu, dalam laporan kegiatannya, Kasubit Seni dan Budaya Yayuk S. Hari mengatakan  kegiatan ini dimaksud untuk menumbuhkan kecintaan, kebanggaan, dan jiwa korsa pada seni budaya demi terpeliharanya martabat bangsa. Meningkatkan kewaspadaan terhadap pengaruh negatif budaya asing yang merusak moral dan kepribadian bangsa serta mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.  

“Peserta kegiatan sebanyak 100 orang terdiri dari Universitas Gunadarma,  Universitas Mpu Tantular, Laskar Banteng Nusantara,” terangnya.

Adapun narasumbernya yaitu Direktur Ketahanan Ditjen polpum Kemendagri dengan materi “Seni dan Budaya sebagai Identitas Bangsa,  Drs.Th. A. Winarno, M.Si, akademisi,  “Peran dan Tanggungjawab Masyarakat Jakarta dalam Melestarikan Seni Budaya Betawi sebagai Identitas dan Ciri Khas Daerah,

Dr. Candra Sudibyo,S, motivator seni budaya, “Evaluasi Kecintaan Budaya Bangsa melalui Karya Seni Peserta.” (Zul dan Endi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed