oleh

Kesbangpol DKI Jakarta Paparkan Problem Aktual kepada Ormas

CISARUA – ORGANISASI kemasyarakatan sebagai salah satu unsur masyarakat sipil yang terorganisir, memiliki peran yang sangat penting dan signifikan dalam merespon berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa ini selama ini menjadi mitra yang handal bagi pemerintah DKI Jakarta.

Karena itu, guna meningkatkan sinergitas dengan, Kesbangpol DKI Jakarta kembali menggelar kegiatan “Peningkatan peran organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan dan menjaga keutuhan NKRI Angkatan III Tahun 2019.

“Kesbangpol DKI Jakarta berkepentingah agar ormas memiliki kemampuan kemandirian yang kuat agar mampu melakukan pencerahan, penyadaran dan memberikan teladan kepada masyarakat,” ujar Plt. Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si di Griya Astuti, Cisarua, Senin (18/3/2019).

Menurut Taufan, kegiatan pada hari ini sampai dengan 2 hari kedepan memiliki makna yang sangat penting, di samping kita dapat berkumpul silaturahmi di luar kota sekaligus menggali wawasan pengetahuan baru, berdiskusi membahas berbagai isu isu aktual permasalahan yang berkembang, yang sedang dihadapi bangsa khususnya di Provinsi DKI Jakarta.

Berbagai permasalahan sosial yang tumbuh dan berkembang tidak berdiri sendiri merupakan rentetan persoalan yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya, tidak mengenal tempat dan wilayah sehingga sangat dibutuhkan upaya-upaya bersama dalam mengantisipasi dan mengatasi nya dengan membangun komunikasi dan koordinasi.

Taufan memaparkan, tidak lama lagi masyarakat Indonesia khususnya Warga Jakarta akan melaksanakan Pemilu serentak, tepatnya pada tanggal 17 April 2019. Pelaksanaan Pemilu serentak 2019 sebagai pesta demokrasi nasional yang pertama kali dilaksanakan secara serentak harus dapat menjamin hak dan aspirasi politik masyarakat, tersalurkan secara alamiah (tanpa tekanan, intimidasi, dan ancaman lainnya), oleh karena itu perlu menciptakan iklim yang kondusif untuk mendukung penggunaan hak politik masyarakat dalam pemilu tersebut.

Pemilu serentak 2019 merupakan pesta demokrasi nasional. Namun demikian bukanlah tujuan melainkan proses politik yang perlu dilakukan perbaikan sesuai dengan semangat konstitusi.

Kesbangpol DKI Jakarta melihat adanya beberapa potensi kerawanan pemilu yang merupakan tantangan demokrasi, baik melalui politik identitas, ujaran kebencian, dan kampanye hitam akan berdampak terhadap meningkatnya suhu politik nasional.

“Penyebaran berita hoax ( pemberitaan palsu/di rekayasa) di media sosial salah satunya, sangat marak dan massif sehingga berdampak negatif bagi masyarakat, berpotensi menimbulkan konflik kekerasan, kebingungan, rasa tidak aman, bahkan menyebabkan konflik suku, agama, ras antar golongan (SARA),” paparnya.

Oleh karena itu pemerintah daerah dengan berbagai elemen masyarakat yang termasuk ormas perlu bersama-sama bersinergi meningkatkan kesiapsiagaan dalam upaya meningkatkan kehidupan demokrasi dalam mewujudkan kesamaan persepsi yang kuat, berkesinambungan sehingga kondusif aman dan damai.

Harapannya pelaksanaan Pemilu serentak 2019 partisipasi politik masyarakat dapat tercapai secara optimal baik secara kuantitas maupun kualitas dengan demikian akan dapat menghasilkan pemimpin nasional dan wakil rakyat yang mempunyai Legitimasi yang kuat dan amanat dalam menjalankan tugasnya.

“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif aman dan damai. Sejarah telah mengajarkan kepada kita tentang kunci untuk mengatasi berbagai persoalan ada rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Rasa bagaimana harus tetap utuh rasa untuk selalu bahu membahu dan rasa tidak mudah terpecah belah sehingga apapun permasalahan yang datang dapat teratasi,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam paparannya, Kasubdit Ormas Eliazer, SE menambahkan kegiatan ini diikuti 100 peserta dari 40 ormas di DKI Jakarta. (Zul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed