oleh

Kesbangpol DKI Jakarta Minta Pemuka Agama dan Ormas Ajak Warganya Ikut Mencoblos

-Budaya-320 views

JAKARTA – ADANYA 2 hari libur nasional pada minggu waktu pencoblosan bisa menjadi momen warga Jakarta dari kelas menengah ke atas untuk memutuskan libur sepekan dari pada ikut mencoblos. Data tercatat di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) DKI Jakarta saat ini ada 300 ribu orang Kelas Menengah di Jakarta yang mungkin saja memutuskan untuk berlibur dan tidak ikut mencoblos pada Rabu 17 April 2019.

Karena itu, guna menghindari adanya suara yang hilang, Bakesbangpol DKI Jakarta mengumpulkan 100 pemuka agama dan ormas dalam pertemuan “Silaturahmi Pemda dengan Pemuka Agama dan Organisasi Kemasyarakatan Provinsi DKI Jakarta Angkatan 2 Tahun 2019.”

Kegiatan yang diadakan di hotel NAM, Kemayoaran, Jakarta, Kamis (28/3/2019) ini dibuka langsung oleh Plt. Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si dan didampingi Kasubdit Kelembagaai, Drs. Tumpal Datner, MM dan Kasubdit Ketahanan Ekonomi, Seni dan Budaya, Yayuk. S, Heri.

Dalam sambutannya, Taufan mengatakan, partisipasi Pemilu memiliki makna penting bagi Pemerintah Daerah khususnya dalam pembangunan  demokrasi. Kesbangpol DKI Jakarta juga meminta agar  memasuki tahun Politik dan menyambut Pemilu 2019, tokoh agama dan ormas turut mengajak warganya untuk turut menjaga pesta demokrasi nasional ini dengan gembira dan sukacita, jauh dari rasa takut.

Baca Juga:  Simple form creation and storage, built for developers.

Taufan menjelaskan, alat ukur demokrasi itu bernama Indeks Demokrasi Indonesia atau (IDE) adalah tool atau alat yang telah disepakati dipergunakan sebagai parameter yang dapat menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di seluruh provinsi di Indonesia dimana tingkat perkembangan demokrasi akan diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan sejumlah aspek variabel dan indikator demokrasi.

Dengan kata lain, kata Taufan, IDI merupakan sebuah alat untuk mengukur perkembangan dan kondisi dinamika demokrasi di Indonesia yang didasarkan pada data atau peristiwa yang terjadi di masyarakat.

Dia menambahkan, perlu kita syukuri bersama bawa penilaian IDI tahun 2017 untuk provinsi DKI Jakarta mencapai angka 84,73.angka ini mengalami peningkatan dibanding dengan angka tahun 2016 yang mencapai sebesar 70,85. Capaian kinerja demokrasi tersebut sudah berada pada kategori BAIK. Berdasarkan penilaian tersebut DKI Jakarta yang pada tahun 2016 lalu pada peringkat 24, dan kini kembali menempati peringkat pertama dari 34 provinsi di Indonesia seperti pada tahun 2015.

Taufan mengakui, bahwa tentu saja hal ini merupakan prestasi kita bersama dan untuk kedepannya kita harus berusaha. Pepatah bilang mempertahankan jauh lebih sulit daripada meraih meraihnya.untuk itu melalui forum yang bahagia ini saya mengajak seluruh anggota kelompok kerja indeks demokrasi Indonesia provinsi DKI Jakarta agar dapat menyatukan langkah dan komitmen serta mengoptimalkan peran dan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan pembangunan dan pengembangan kultur kehidupan demokrasi,sehat santun dan beretika sesuai nilai-nilai luhur Pancasila dan budaya bangsa Indonesia

Baca Juga:  Presiden Resmikan Kawasan Pesantren Modern Terpadu Prof. Dr. Hamka II

“Suksesnya Pemilu adalah kemenangan kita semua yakni seluruh bangsa dan negara RI yang memimpin untuk 5 tahun ke depan,” papar Taufan.

“Mari para pemuka agama dan ormas bersama kita pertahankan Skore IDI Jakarta dengan mendatangai TPS dan mengajak juga warga dan handai taulan untuk mencoblos pada Rabu 17 April 2019,” papar Taufan.

Peserta dari Ormas GEPENTA DKI Jakarta

Sementara itu, dalam laporan ketua panitia pelaksana, Kasubdit Ketahanan Ekonomi, Seni dan Budaya, Yayuk. S, Heri mengatakan kegiatan “Silaturahmi Pemda dengan pemuka agama dan Organisasi Kemasyarakatan di Provinsi DKI Jakarta Angkatan 2 Tahun 2019 ini dimaksudkan untuk memberikan penyuluhan kepada para tokoh keagamaan, para tokoh organisasi kemasyarakatan dan tokoh aliran kepercayaan mengenai nilai-nilai dasar kerukunan guna meneguhkan komitmen kebangsaan para tokoh agama dalam melaksanakan etika kehidupan beragama serta meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama dalam menyukseskan Pemilu 2019. (Zul dan Endi).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed