oleh

Taufan: Sukseskan Pemilu Merupakan Bagian Dari Bela Negara

CISARUA – KEBERHASILAN pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 merupakan cerminan dari sikap bela negara. Pemilu yang berhasil itu ditandai dengan adanya partisipasi warga untuk mendatangi bilik suara pada Rabu 17 April nanti.

“Kita harus berperan aktif untuk mensukseskan Pemilu 2019 dengan memilih Presiden dan memilih anggota legislatif. Dengan partisipasi ini anda sudah ikut membela negara  karena partisipasi adik-adik ini menentukan jalannya kesinambungan pemerintahan 5 tahun ke depan,” ujar  Plt. Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si ketika membuka sambutan dihadapan 200 kader Bela Negara di Hotel Griya Astuti, Cisarua,  Kamis (4/4/2019).

Turut mendampingi Plt. Kesbangpol DKI Jakarta, Kabid Ideologi dan Wasbang, Asyik Noorhilmani, M.Si.

Mengutip data KPU, Taufan menjelaskan bahwa  jumlah suara pemilih Milineal pada Pemilu 2019 cukup fantastik yaitu sekitar 42 juta suara. KPU mengumumkan jumlah DPT berdasarkan klasifikasi pemilih. Usia 20 tahun sebanyak 17.501.278 orang dan usia 21-30 sebanyak 42.843.792 orang. Adapun  usia 31-40 tahun sebanyak 43.407.156 orang, usia 41-50 tahun sebanyak 37.525.537 orang, usia 51-60 sebanyak 26.890.997 orang, serta usia 60 ke atas sebanyak 22.601.569 orang.  

Jadi, lanjut Taufan, sebagai pemilih Milineal maka suara anda sangat dibutuhkan untuk meningkatkan partisipasi pemilih sesuai yanag diharapkan pemerintah yaitu paa angka 7,7 persen.

Adapun untuk DPT Jakarta, kata  Taufan ada 7.761.598 orang dalam Daftar Pemilih Tetap hasil 2019 yang akan mengikuti Pemilu 2019.

Dari jumlah 7,7 juta pemilih itu, berdasarkan komposisi pemilih, jumlah pemilih laki-laki sebanyak 3.874.021 orang dan pemilih perempuan sebanyak 3.338.577 orang. Pemilih tersebar di 44 kecamatan, 267 kelurahan, dan 29.010 tempat pemungutan suara (TPS) di DKI Jakarta.

“Jumlah pemilih terbanyak berada di Jakarta Timur, yakni 2.246.279 orang dan terdiri dari 1.114.490 laki-laki serta 1.131.789 perempuan. Jakarta Timur juga memiliki TPS terbanyak, yaitu 8.206 TPS. Sedangkan jumlah pemilih paling sedikit adalah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, yakni 19.013 orang dan terdiri atas 9.553 laki-laki serta 9.460 perempuan. Mereka terdaftar sebagai pemilih di 70 TPS,” ujar Taufan.  

Taufan menjelaskan, dilihat dari komposisi jumlah peserta dan TPS, Pulau  Seribu jelas lebih siap karena sedikit jumlahnya.

Kepada para peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan aktivis ormas kepemuduaan, Taufan meminta agar terus meningkatkan Pemahaman dan kapasitas diri terkait dengan aturan pelaksanaan Pemilu Tahun 2019 dengan baik, sehingga dalam pelaksanaan Pemilu nanti dapat berjalan dengan baik dan lancar, tanpa terkendala sesuatu permasalahan yang berarti.

“Keberhasilan Pemilu di DKI Jakarta amat ditentukan oleh peran serta aktif anda. Karena itu, bantulah Pemda untuk mewujudkan Pemilu yang Luber dan Jurdil,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut Kasubdit Bela Negara, M. Tabdil, M,Si, kegiatan Kemah Bela Negara ini dimaksud  untuk memberikan pemahaman dan memantapkan cinta tanah air dan bangsa dan negara serta upaya bela negara sehingga setiap warga negara memahami kewajiban bela negara dan dapat realisasikan peran bela negaranya.

Adapun tujuannya, adalah meningkatkan pemahaman para mahasiswa mudah kadar bela negara dan organisasi kemasyarakatan sebagai bagian dari sistem pertahanan negara sekaligus sebagai landasan berpikir bersikap bertindak dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Pesertantanya yaitu masing-masing 30 orang dari Insano, Pramuka, Hizbul Wathan, DPP Gerbumi, STIEAMI, Bela Negara, GMPPK DKI Jakarta,” pungka Tabil. (Zul dan Endi).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed