oleh

Jelang Pilpres 2019, Taufan Minta Ormas Ikut Pelihara Stabilitas Politik

-Nasional-471 views

 JAKARTA –  ORGANISAS masyarakat (Ormas) menempati peran strategis dalam membantu pemerintah mensosialisaskan program-program pembangunan di DKI Jakarta. Agar Sumber Daya Manusia (SDM) Ormas ini menjadi berkualitas dan meningkat kompetensinya untuk selalu siap menjadi mitra andal pemerintah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DKI (Kesbangpol), melalui Kasubdit Ormas menggelar kegiatan “Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakat dalam Pembangunan dan Menjaga Keutuhan NKRI Provinsi DKI Jakarta Angkatan IV Tahun 2019.”

BerbIcara dalam paparan berjudul “Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakat dalam Pembangunan dan Menjaga Keutuhan NKRI Provinsi DKI Jakarta Angkatan IV Tahun 2019,”  Plt. Kesbangpol  DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.SI, dalam sambutan pembukaan sekaligus penyampaian materinya mengatakan sebagai aset Pemda ormas merupakan mitra strategis dalam membantu kerja pemda selama ini.

Taufan mengatakan, 9 hari lagi bangsa Indonesia akan mengadakan Pemilu Serentak yang jatuh pada hari Rabu 17 April 2019. Pemilu merupakan pesta yang kita harus jalani dengan senang dan bahagia. Karena itu, pesta ini harus kita jaga bersama agar berjalan tanpa gangguan dan hambatan.

Baca Juga:  Lagi, Kesbangpol DKI Jakarta Tingkatan Kompetensi dan Profesionalitas Ormas

Peran Ormas, kata Taufan, dengan jaringan organisasinya yang ada di seluruh Indonesia, tentu bisa membantu pemerintah dalam mengajak ­warganya untuk ikut menjaga stabilitas politik agar kondusif pesta demokrasi ini berjalan dengan tertib dan aman.

“Peran strategis anda menentukan keberhasilan Pemilu Serentak di Jakarta dan di Indonesia,” papar Taufan.

Dia melanjutkan, untuk Jakarta  ada 7.761.598 orang dalam Daftar Pemilih Tetap hasil 2019 yang akan mengikuti Pemilu 2019 di Jakarta.

Dari jumlah 7,7 juta pemilih itu, berdasarkan komposisi pemilih, jumlah pemilih laki-laki sebanyak 3.874.021 orang dan pemilih perempuan sebanyak 3.338.577 orang. Pemilih tersebar di 44 kecamatan, 267 kelurahan, dan 29.010 tempat pemungutan suara (TPS) di DKI Jakarta.

“Jumlah pemilih terbanyak berada di Jakarta Timur, yakni 2.246.279 orang dan terdiri dari 1.114.490 laki-laki serta 1.131.789 perempuan. Jakarta Timur juga memiliki TPS terbanyak, yaitu 8.206 TPS. Sedangkan jumlah pemilih paling sedikit adalah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, yakni 19.013 orang dan terdiri atas 9.553 laki-laki serta 9.460 perempuan. Mereka terdaftar sebagai pemilih di 70 TPS,” ujar Taufan.

Baca Juga:  Titiek: Munaslub Golkar Perlu Dilaksanakan

Terkait adanya politik uang, Taufan meminta agar teman-teman Ormas menyikapi dengan bijak dan santun. Gerilya polititisi yang merupakan serangan, fajar ini akan mengganggu kualitas demokrasi kita dalam 5 tahun ke depan.

“Kemaren kita melihat ada yang ketangkap KPK membagikan Rp.8 Miliar. Kita tidak ingin hal itu terjadi di wilayah DKI Jakarta,” paparnya.

Sementara itu, dalam laporan kegiatannya, Kasubdit Organisasi Masyarakat, Eliazer, SE mengatakan kegiatan ini diikuti 100 orang dari 40 ormas dari pelbagai jenis. Kegiatan yang dilakukan melalui bentuk ceramah, diskusi dan semi outbond ini dilakukan selama 2 hari 3 malam di Hotel Bahtera, Mega Mendung, Senin-Rabu, 8-10 April 2019.

“Kami beraharap peserta bisa mengambil manfaat maksimal dari kegiatan ini,” pungkas Eli sapaan akrabnya. (Zul dan Endi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed