oleh

Kesbangpol DKI Jakarta Harapkan KPPI Dorong Anggotanya Duduk di Parlemen

JAKARTA – BADAN Kesatuan Bangsa dan Politik DKI (Kesbangpol)  Jakarta  terus melakukan edukasi politik perempuan baik yang duduk sebagai pengurus partai politik maupun calon anggota legislatif  dari organisasi Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi DKI Jakarta.

Terkait edukasi politik perempuan, Kesbangpol DKI Jakarta mengundang 75 anggota KPPI Provinsi DKI Jakarta untuk mengikuti kegiatan “Kemitraaan Pemerintah Daerah dengan Partai Politik Tahun 2019 untuk Angkatan II” di Hotel Marylin Park, Jakarta, Senin (8/4/2019).

Dalam sambutan pembukaan sekaligus penyampaian materinya, Plt. Kesbangpol  DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.SI, mengatakan bahwa keberadaan perempuan di legislatif amat penting. Kualitas anggota legislatif perempuan yang berintegritas, bermartabat dan cerdas itu penting sebagai mitra Pemda dalam membuat kebijakan nantinya. Karena, Kesbangpol DKI Jakarta memberkan perhatian serius untuk peningkatan edukasi politik perempuan.

“Yang tahu aspirasi perempuan itu bukan laki-laki melainkan kaum perempuan sendiri. Sayangnya kaum perempuan tidak menyukai caleg perempuan. Karena itu, KPPI harus mendorong kaum perempuan agar mau memilih caleg perempuan,” ujar Taufan.

Kesbangpol  DKI Jakarta mencatat bahwa kuota perempuan di legislatif saat ini masih jauh dari harapan. Jumlahnya 17 persen dari target kuota 30 persen yang diberikan UU Nomor 17 Tahun 2017 tentang Partai Politik. Karena itu, kami ingin agar ibu-ibu khususnya kepada caleg KPPI untuk mengikuti kegiatan ini agar nanti dapat mengambil manfaat untuk bisa mengembangkan strategi dalam perekrutan di daerah pemilihannya masing-masing.

“Kita berharap kuota 30 persen bisa terpenuhi dari KPPI,” papar Taufan.  

Kepada para peserta, Taufan meminta agar terus meningkatkan Pemahaman dan kapasitas diri terkait dengan aturan pelaksanaan Pemilu Tahun 2019 dengan baik, sehingga dalam pelaksanaan hari pencoblosan Rabu 17 April nanti dapat berjalan dengan baik dan lancar, tanpa terkendala sesuatu permasalahan yang berarti.

Kedua, memahami dengan baik netralitas pemerintah, TNI dan penyelenggara Pemilu. Pasalnya, nanti mobil pemda dan gerobak motor diminta KPU untuk mengangkut kotak suara karena KPU tidak memiliki kendaraan,

“Jadi, nanti Pemda DKI Jakarta jangan dinilai tidak netral ya ibu-ibu,” kata Taufan.

Ketiga, tetap mengedepankan kesatuan dan persatuan walaupun berbeda haluan politik

Keempat, menolak Politik Uang, SARA dan Hoax serta ujaran kebencian demi terciptanya Pemilu Tahun 2019 di Provinsi DKI Jakarta yang Damai, Demokratis dan Bermartabat.

“Keberhasilan Pemilu di DKI Jakarta amat ditentukan oleh peran serta aktif ibu-ibu. Karena itu, bantulah Pemda untuk mewujudkan Pemilu yang Luber dan Jurdil,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasubdit Fasilitasi Kelembagaan Politik,  Drs. Tumpal Datner, MM menambahkan kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yaitu Plt. Kesbangpol  DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.SI,  Ketua Bawaslu DKI Jaya, M. Jufri, Komisi Pemilihan Indonesia, dan dari Jaksa Agung. (Zul dan Endi).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed