oleh

Plt. Kesbangpol DKI Jakarta Minta Warga Tetap Waspada Terhadap Pendatang

-Nasional-302 views

MEGA MENDUNG –  KETERBUKAAN Jakarta sebagai ibukota negara memang memberikan banyak manfaat di samping masalah tentunya. Manfaatnya yaitu menjadi warga luar Jakarta dan bahkan warga dunia untuk mendatangi Jakarta. 

Karena itu, guna mengantisipasi adanya Ancaman, Hambatan, Tantangan dan Gangguang yang tidak diinginkan, Kesbangpol DKI Jakarta menggelar kegiatan bertema “Peningkatan  Peran dan Fungsi Masyarakat Dalam  Melakukan Pemantauan dan Pengawasan Orang Asing, Ormas Asing dan Tenaga Kerja Asing di Wilayah DKI Jakarta.”

Dalam ceramahnya, Plt. Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si mengatakan visi misi Gubernur DKI Jakarta yang membangun dengan konsep Majukan Kotanya dan Bahagiakan warganya hanya akan terwujud jika ada peran serta dari masyarakat.

Karena itu, kata Taufan, warga perlu menorong pengurus Rumah Tangga (RT) untuk menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan “Tamu Wajib Lapor 1 x 24 Jam” dan sistem keamanan lingkungan (Siskamling). Dengan menghidupkan sistem keamanan lingkungan itu diharapkan warga bisa membantu pemerintah untuk mengawasi adanya pendatang asing baik orang Indonesia maupun orang asing yang berpotensi mencurigakan aktvitasnya.

Baca Juga:  Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Angin Duduk (Angina)

“Kita tidak ingin keamanan di kampung-kampung kita tetap terjaga. Karena itu, laporkan ke Pak RT jika ada yang mencurigakan dari pendatang di kampung kita,” pinta Taufan.

Pada kesempatan itu, Plt. Taufan  Kesbangpol DKI Jakarta memaparkan tentang perlunya peran serta warga dalam menghadapi Pemilu Serentak yang hari pencoblosannya jatuh pada Rabu 17 April 2019.

”Ayo ajak warga yang miskin atau kaya untuk ikut mencoblos ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah masing-masing,” harapnya.

Pemerintah, kata Taufan menargetkan partisipasi politik warga paa Pemilu Serntak tahun 2019 ini pada angka 77 persen. Bagi Pemda DKI Jakarta, Pemilu ini juga memiliki makna penting khususnya dalam pembangunan  demokrasi. Karena itu, saya meminta agar seluruh peserta dari kegiatan ini ikut mengajak keluarga, teman, sahabat dan handai tolannya untuk ikut mencoblos.

“Suksesnya Pemilu adalah kemenangan kita semua yakni seluruh bangsa dan negara RI yang memimpin untuk 5 tahun ke depan,” papar Taufan.

Taufan menjelaskan, alat ukur demokrasi itu bernama Indeks Demokrasi Indonesia atau (IDE) adalah tool atau alat yang telah disepakati dipergunakan sebagai parameter yang dapat menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di seluruh provinsi di Indonesia dimana tingkat perkembangan demokrasi akan diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan sejumlah aspek variabel dan indikator demokrasi.

Baca Juga:  Gepenta Apresiasi BNN dan POLRI, Kejaksaan Agung Masih Memble

Dengan kata lain, kata Taufan, IDI merupakan sebuah alat untuk mengukur perkembangan dan kondisi dinamika demokrasi di Indonesia yang didasarkan pada data atau peristiwa yang terjadi di masyarakat.

Dia menambahkan, perlu kita syukuri bersama bawa penilaian IDI tahun 2017 untuk provinsi DKI Jakarta mencapai angka 84,73. Angka ini mengalami peningkatan dibanding dengan angka tahun 2016 yang mencapai sebesar 70,85. Capaian kinerja demokrasi tersebut sudah berada pada kategori BAIK. Berdasarkan penilaian tersebut DKI Jakarta yang pada tahun 2016 lalu pada peringkat 24, dan kini kembali menempati peringkat pertama dari 34 provinsi di Indonesia seperti pada tahun 2015.

Taufan mengakui, bahwa tentu saja hal ini merupakan prestasi kita bersama dan untuk kedepannya kita harus berusaha. Pepatah bilang mempertahankan jauh lebih sulit daripada meraih meraihnya.untuk itu melalui forum yang bahagia ini saya mengajak seluruh peserta untuk membanatu mempertahankan IDI dengan ikut mencoblos. 

“Mari bersama kita pertahankan Skore IDI Jakarta dengan mendatangai TPS dan mengajak juga warga dan handai taulan untuk mencoblos pada Rabu 17 April 2019,” papar Taufan  

Baca Juga:  Pantau Orang Asing, Kesbangpol DKI Jakarta Undang Kaum Muda ke Puncak

Sementara itu, dalam laporan Kasubdit Pengawasan Orang Asing Kesbangpol DKI Jakarta, Hazliani, SH mengatakan, kegiatan ini  “Peningkatan  Peran dan Fungsi Masyarakat Dalam  Melakukan Pemantauan dan Pengawasan Orang Asing, Ormas Asing dan Tenaga Kerja Asing di Wilayah DKI Jakarta” para peserta diperkaya dengan  sejumlah narasumber.

Pada materi 1 yaitu “Pembentukan karakter masyarakat sebagai mitra pengawasan orang asing” oleh Singgih Widodo.

Materi 2 yaitu “Peran dan Fungsi Masyarakat dalam Pengawasan Orang Asing dan Tenaga Kerja Asing” oleh BAIS TNI.

Materi 3 yaitu yaiatu “Efektivitas Pengawasan Warga Negara Asing” oleh Angga Brata rosihan, SH.

Materi 4 yaiatu “Membangun Kerjasama Tim dalam Pemantauan atau Pengawasan Orang Asing, Ormas Asing dan Tenaga Kerja Asing” oleh Adriansyah. (Zul dan Endi).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed