oleh

Taufan Gugah Sineas Muda Buat Karya Tokoh-Tokoh Heroik

CISARUA – GENCARNYA Penetrasi budaya asing yang dibawa oleh globalisasi dan modernisasi menggeser eksistensi budaya lokal di tanah air. Sejak usia dini,  anak-anak sudah dicekoki dengan film-film kartun Hollywood seperti Kura-Kura Ninja yang jago kunfu.  

“Penetrasi budaya asing masuk tanpa Assalamu’alaikum. Kita harus punya kemampuan untuk mengangkat kearifan budaya  lokal ke taraf yang membanggakan,” ujar Plt. Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakrie ketika membuka kegiatan “Pelaksanaan Dialog Membangun Semangat Cinta Seni dan Budaya” dI Hotel Puncak Raya  Kesbangpol DKI, Sabtu (22/4/2019).

Menurut Taufan, hingga kini kita tidak punya film kartun bertemakan silat. Padahal, seni pencak silat merupakan warisan kekayaan budaya Indonesia. Tokoh Si Pitung, misalnya yang jago silat dalam film selalu kalah dalam melawan Belanda, di tangkap dan di borgol. Sebaliknya, film Amerika seperti Rambo yang mengisahkan invasi Amerika ke Vietnam dilukiskan sebagai tokoh heroik yang mampu mengalahkan tentara Vietnam.

Akibatnya, kata Taufan, anak-anak kita tidak punya figur yang dianggap sebagai Hero. Mereka tumbuh sebagai anak yang tercabut karakter ke-Indonesiannya sehingga mereka cenderung hidup individualistis, Konsumeristin  dan  secara mental inferior terhadap orang Asing. Sebaliknya, anak-anak Amerika tumbuh sebagai individu yang unggul, berani dan superior.

“Amerika dan bangsa-bangsa Barat tumbuh maju. Sementara kita tertinggal dan mengekor kemajuan Barat,” gugah Taufan.

Kesbangpol DKI Jakarta mengharapkan kepada peserta “Pelaksanaan Dialog Membangun Semangat Cinta Seni dan Budaya” yang terdiri dari pegiat budaya, pemerhati budaya, seniman mahasiswa agar berani mengangkat kisah-kisah seperti Si Pitung tampil menang melawan Kompeni.  

“Ayo kita ciptakan karya-karya sineas inspirative dari kisah-kisah legendaris para tokoh pahlawan di tanah air,” gugah Taufan.

Kaum muda, lanjut Taufan, adalah pewaris kekayaan budaya nusantara. Karena itu, manfaatah pertemuan ini untuk mengasah budi, dan memperkaya nurani agar ketika selesai belajar dari tempat ini anda sudah siap menjadi penerus yang mewarisi kekayaan budaya Indonesia.

Sementara itu, dalam laporan kegiatanny, Kasubdit Ketahanan Ekonomi, Seni dan Budaya, Yayuk S. Hari mengatakan dari kegiatan ini diharapkan akan menumbuhkembangkan semangat para aktivis dan pegiat budaya serta praktisi seni untuk mencintai seni dan budaya nusantara. (zul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed