oleh

Taufan Ingatkan Mahasiswa Akan Tantangan Ideologi Pancasila

-Nasional-320 views

CISARUA – SEBAGAI komunitas intelektual kampus merupakan wahana bagi tumbuh kembangnya khasanah peradaban. Namun di sisi lain, kampus juga menjadi tempat bagi berkembangnya pemikiran-pemikiran radikal.

Karena itu, guna mencegah terjadinya kontaminasi pemikiran di kalangan mahasiswa, Kesbangpol DKI Jakarta melalui Kepala Bidang Kewaspadaan Dini menggelar kegiatan “Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Terorisme dan Gerakan Radikalisme Di DKI Jakarta Tahun 2019.” Kegiatan yang digelar di hotel Ritzen, Cisarua, Jawa Barat, Senin (22/4/2019) menghadirkan 100 mahasiswa dari Universitas YARSI dan Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan dosen pembimbing.  

Menurut Taufan, kebhinnekaan bangsa Indonesia dari sisi adat istiadat, budaya, agama, Ras hingga bahasa merupakan kekayaan yang harus dirawat dan dijaga dan dipertahankan.

Berbicara dihadapkan 100 mahasiswa, Taufan mengatakan bahwa  mahasiswa harus memahami adanya pemikiran-pemikiran yang tumbuh subur i kampus dan sangat bertentangan dengan ideologi Pancasila. 

Taufan menyebut baik ideologi kanan bermotifkan agama maupun ideologi kiri dengan paham Marxisme dan Leninisme sejak era reformasi sudah banyak dipublikasikan di toko-toko buku.

Baca Juga:  Pentingnya Pemahaman Pengelolaan Rumah Ibadah

“Kita tidak ingin pemikiran-pemikiran radikal itu akan menyebarkan paham teror dan kekerasan di masyarakat,” imbuh Taufan.

Dia menambahkan, sebagai pemikiran ideologi kanan dan kiri itu memanag perlu dipelajari agar kita tahu kelemahannya. Kampus sebagai komunitas intelektual perlu mengkaji ideologi itu dalam rangka mengetahui sisi kekuatan destruktifnya bagi masyarakat.

Pada saat bersamaan, lanjut Taufan, kampus juga diminta untuk terus menggali pemikiran-pemikiran yang berkembang dari para founding fathers guna mengaktualisasikan ideologi Pancasila dalam menjawab persoalan-persoalan kehidupan berbangsa dan bertanah air.

“Pancasila merupakan solusi untuk kemajuan kehidupan bangsa Indonesia,” pungkas Taufan,

Sementara itu, Kasubdit Kewaspadaan Dini, Dr. Habib mengatakan kegiatan ini menghadirkan narasumber yaitu Dr. Sigatahta,  dosen UKI yang akan menyampaikan materi terkait bahaya radikalisme dan terorisme bagi masyarakat

Setelah itu,  pada malam hari ada narasumber dari Densus 88 Anti Teror Polri yang akan menyampaikan materi terkait pencegahan gerakan terorisme dan radikalisme dalam perspektif hukum lalu dilanjutkan dari para motivator baik yang dilakukan di dalam ruang kelas maupun di luar kelas berupa outbound.

Baca Juga:  Kesbangpol DKI Jakarta Gelar Kegiatan Kapasitas Peningkatan Perempuan di Lembaga Politik

“Dengan Outbound kita ingin membangun kebersamaan kita khususnya kebersamaan sama Kampus dan inilah wujud yang diharapkan Kesbangpol untuk wujudkan kerukunan di Jakarta,” papar Habib.  

Dia menjelaskan, materi ini penting untuk masyarakat kampus guna mengantisipasi potensi ancaman radikalisme dan terorisme di ibukota dan Indonesia pada umumnya. (Zul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed