oleh

Kesbangpol DKI Jakarta Gugah Kader Bela Negara Jaga NKRI

JAKARTA – DENGAN Posisi geopolitik yang strategis, ibukota DKI Jakarta merupakan tempat bertemunya (melting pot) aneka ragam budaya, etnis, suku bangsa baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Batas wilayah tentu menjadi relatif ketika interaksi lintas batas negeri ini ditengarai memiliki motif dalam hal penguasaan Sumber Daya Alam Indonesia. Karena itu, perlu energi bersama untuk menjaga sistem pertahanan dan keamanan di Jakarta dan Indonesia pada umumnya.

Berbicara dalam Seminar Sinkronisasi Pertahanan Negara di DKI Jakarta Tahun  2019 di Forum Bela Negara |(FBN) DKI Jakarta di Gedung Kemenhan, Jakarta Jumat (24/4/2019) mewakili Plt. Kesbangpol DKI Jakarta Drs. Taufan Bakri, M.Si yang berhalangan hadir, Kasubdit Kewaspadaan DR. Habib, S.Sos, M.Si mengatakan Jakarta dengan letaknya yang strategis dan sebagai pusat percaturan politik semua partai, ormas, dan objek-objek strategis seperti perwakilan kedutaan negara sahabat semua ada di Jakarta. 

Karena itu, adalah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga Jakarta dan NKRI. “Apa yang terjadi di Jakarta resonansi segera melebar ke seluruh daerah,” papar Habib.

Dia menjelaskan, tanggungjawab bela negara itu bukan hanya menjadi tanggungjawab TNI tetapi juga menjadi tanggungjawab semua elemen masyarakat termasuk kaum muda dan mahasiswanya. 

Di depan para tokoh ormas, mahasiswa dan pemuda, Habib memanggil semua kader-kader bela negara untuk terus mengadakan forum-forum komunikasi bekerjasama dengan Kemenhan dan Kesbangpol DKI Jakarta.

Hingga kini Kesbangpol DKI Jakarta sudah memiliki 2400 Kader Bela Negara. Tak hanya itu Pemda DKI Jakarta juga membentuk Forum Kerukunan Umat Beragama guna mengantisipasi dan memberi solusi sampai ke akar masalahnya. 

“Bagi yang belum mengikuti kegiatan bela negara, Kami persilahkan untuk mendaftar di Kesbangpol DKI Jakarta,” gugah Habib.

Salah satu contoh tantangan dalam bela negara di ungkapkan Habib di Kepulauan Seribu. Dengan posisi sebagai pintu terdepan ibukota, Kepulauan Seribu secara geopolitik menjadi penting untuk diperhatikan karena banyaknya pintu-pintu masuk Narkoba, dan  penyelundupan barang ilegal lainnya. 

Karena itu, lanjutnya, Kesbangpol DKI Jakarta berencana untuk membentuk lembaga Laboratorium Sosial Politik. Lembaga itu nantinya diisi oleh pakar-pakar independen yang akan memberi masukan konseptual bagi pengambilan kebijakan Pemda. 

Terkait dinamika politik yang berkembanag saat ini di tanah air, Habib mengatakan tujuan politik adalah membangun kesejahteraan masyarakat (welfare state). Diakuinya, pemahaman ini masih terasa kurang diantara para politisi lantaran mereka sibuk dengan kepentingan politiknya masing-masing.

Sementara itu,  Penyelenggara kanwil Kemhan provinsi DKI Jakarta, Brigjen Andrias Pong Bija mengatakan kewajiban membela  negara akan lebih efektif bila silakan melalui gerakan rakyat Semesta. Kenapa? Karena dari sisi kuantitas, jumlah aparat TNI dan Polri itu terbatas sehingra rakyat tentu perlu terlibat dalam upaya bersama membela negara.

“Kita mengharapkan seluruh elemen ormas, mahasiwa dan pemuda sadar akan kewajibannya bersama untuk membela negara,” ujar Andrias.  (Zul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed