oleh

Darwis: PD PAL Terus Berkomitmen Menjaga Kualitas Air Limbah Jakarta

JAKARTA – DKI JAKARTA sudah lama memiliki memiliki perusahaan pengelolalan limbah air.  Perusahaan itu bernama Perusahaan Daerah Pengelolaan Air Limbah (PD PAL) yang berlokasi di jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan.

Jika commuter masuk dari arah Manggarai sebelum menuju perempatan jalan HR Rasuna Said Kuningan, maka akan terlihat adanya proses pengelolaan air limbah setiap harinya. Di tempat inilah air limbah dari pelbagai apartemen, industri dan rumah tangga diolah setiap harinya untuk kemudian di buang kembali ke sungai sebagai air bersih.  

Seiring dengan kesadaran yang kian tinggi warga Jakarta akan kesehatan lingkungan, pemerintah DKI Jakarta terus berbenah diri untuk memberikan kualitas air yang terbaik bagi warganya. Hal  ini penting karena kualitas air akan menentukan kualitas lingkungan hidup berikutnya termasuk tentu kualitas kesehatan manusianya. 

Menurut Ketua Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Pengelolaan Air Limbah (PD PAL) H. Darwis Muhammad Aji, M.Si ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/5/2019), PD PAL Jaya adalah perusahaan daerah milik Pemprov. DKI Jakarta yang bergerak di bidang Jasa Layanan Pengelolaan Air Limbah Sistem Perpipaan, Jasa layanan Pengelolaan Air Limbah Sistem Setempat, dan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT).

“Kami melayani seluruh seluruh wilayah DKI Jakarta,” ujar Darwis yang pernah menjadi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta.

Darwis menambahkan, air limbah yang diolah ini kemudian dialirkan kembali ke sungai menjadi air jernih dan bersih. Dengan demikian kita mengharapkan air sungai di Jakarta bisa  menjadi jernih, bersih dan tidak bau.

Dia mencontohkan, kalau anda melewati tempat pengelolaan ­­­­­­air yang letaknya persis di sebelah kantor kami, maka anda tidak akan mencium adanya bau yang tak sedap. Ini disebabkan karena proses pengelolaannya sudah memenuhi unsur kesehatan lingkungan.

Darwis menjelaskan, salah satu indikator melihat kualitas lingkungan hidup yaitu dengan melihat kondisi air sungai di Jakarta. Pemerintah DKI Jakarta memahami, bahwa saat ini kondisi sungai-sungai besar dan kecil di Jakarta masih  mengkhawatirkan bahkan sudah banyak tercemar parah seperti bakteri Escherichia coli, timbal (Pb), BOD dan COD. 

Karena  itu, lanjut Darwis guna mengurangi pencemaran ini, PD PAL mengembangkan produk-produk unggulan yang bisa dipakai baik untuk masyarakat maupun perusahaan seperti rumah makan, apartemen dan sejenisnya.   

Ditemui terpisah, Manajer Pemasaran PD PAL, Hery Azhari mengatakan PD PAL sudah memiliki produk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Setempat untuk mengolah air limbah rumah tangga baik air tinja (black water), air bekas cucian (grey water).

Penyediaan sarana pengelolaan air limbah sistem perpipaan/ sistem terpusat untuk mengatasi masalah pencemaran air tanah dan air permukaan di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Merujuk pada Keputusan Gubernur Nomor 45 Tahun 1992, bahwa setiap bangunan yang berada di daerah yang sudah terpasang pipa air limbah wajib membuang air limbahnya ke pipa tersebut melalui pipa sambungan persil.

Dengan membuang air limbah ke saluran perpipaan PD PAL Jaya, masyarakat tidak perlu membuat tanki septik atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Setempat. Air limbah dari bekas cucian (grey water) dan dari buangan biologis seperti tinja manusia (black water) akan dialirkan melalui sistem perpipaan menuju Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpusat. Air limbah yang masuk ke IPAL selanjutnya diolah sampai memenuhi baku mutu untuk dibuang ke badan air penerima (sungai). (Zul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed