oleh

Sesdirjen Buka Kegiatan Forum Komunikasi Sosial dan Pembahasan Isu-isu Strategis Bidang Politik Dalam Negeri

-Politik-418 views

JAKARTA – SEBANYAK 100 anggota masyarakat dari perbagai unsur ibu-ibu dan kaum muda mengikuti kegiatan kegiatan Forum Komunikasi Sosial dan Pembahasan Isu-isu Strategis Bidang Politik Dalam Negeri. Kegiatan bertema “Dialog Politik Membangun Demokrasi Cerdas Pasca Pemungutan Suara Pemilihan Umum Serentak Tahun 2019”

Dalam sambutan pembukaanya, Sesdirjen Kemendagri, Didi Sudiana mengatakan, secara substansi pemilu dihadirkan sebagai instrumen untuk memastikan adanya transisi dan sirkulasi kekuasaan secara periodik sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku agar dapat berjalan secara demokratis sekaligus mendorong akuntabilitas dan kontrol publik terhadap penyelenggaran pemerintahan.

Didi melihat ada empat makna Pemilu yang baru saja berlangsung di negara demokrasi dapat diukur dari berbagai aspek, yaitu:

Pertama, Aspek Politis: Keberhasilan Pemilu  merupakan tolok ukur keberhasilan Pemerintah, pemerintah daerah, penyelenggara Pemilu dalam membangun kehidupan demokrasi.

Kedua, Aspek Hukum: Pemilu merupakan landasan yuridis bagi terpilihnya wakil rakyat dan pemimpin dalam hal ini Presiden dan Wakil Presiden yang dipilih secara langsung oleh masyarakat secara legitimate.

Baca Juga:  Menlu: Indonesia Selalu Ada Peluang untuk Presiden Perempuan

Ketiga, Aspek Sosial Budaya: Pemilu sebagai sebagai ajang pendidikan politik diupayakan mampu menciptakan budaya dan etika yang santun, tertib, dan bermartabat yang dimiliki oleh masyarakat dalam setiap tahapan pelaksanaan Pemilu.

Keempat, Aspek Hankam: Terciptanya situasi dan kondisi yang aman, tenteram, dan tertib, dalam penyelenggaraan pemilu.

Pemilihan Umum serentak Tahun 2019 sebagai agenda demokrasi nasional terbesar telah dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Ini merupakan pemilu serentak pertama di Indonesia dimana secara serentak pada waktu yang bersamaan memilih Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten dan Kota. Secara umum pelaksanaan pemilu berjalan dengan sukses, aman, lancar dan demokratis sesuai dengan rencana dan tahapan pelaksanaan pemilu yang telah ditetapkan oleh KPU.  

Didi menjelaskan, tahapan pelaksanaan Pemilu yang sedang berlangsung saat ini adalah penyusunan rekapitulasi hasil pemungutan suara yang sedang dilaksanakan oleh KPU dan dihadiri oleh saksi peserta pemilu.  Rekapitulasi suara ini dijadwalkan dilaksanakan sampai dengan tanggal tanggal 22 Mei 2019.

Baca Juga:  Golkar Perbarui Surat Rekomendasi untuk Khofifah-Emil

Pada tanggal 22 Mei 2019 inilah ditetapkan pemenang pemilu.  Namun demikian, apabila ditemukan adanya perselisihan hasil pemilu dari hasil pelaksanaan pemilu, dapat disampaikan kepada lembaga yang berwenang dalam hal ini Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga yang diberi mandat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Didi mengakui, saat ini masyarakat masih terpolarisasi berdasarkan dukungannya masing-masing. Ini menjadi perhatian khusus kita semua.  Hendaknya kita kembali menjadi sebuah bangsa yang besar dengan kemajemukan yang ada.  Perbedaan pilihan politik dalam pemilu jangan sampai menjadi benih perpecahan bangsa ini.  Persatuan dan kesatuan bangsa menjadi poin utama dalam berbangsa dan bernegara di tengah kemajemukan yang ada. 

Terkait upaya menciptakan situasi yang kondusif, Didi menyampaikan beberapa hal:

Pertama, menghindari serta tidak terprovokasi akan hal-hal yang dapat mengundang kegaduhan dan keresahan seperti penyebaran berita bohong atau hoaks dan propaganda di masyarakat yang akan menimbulkan konflik serta menghindari upaya memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Kedua, mengedepankan tindakan konstitusional dengan menempuh jalur hukum yang telah ditetapkan apabila ditemukan beberapa hal yang dirasa merugikan atau melanggar peraturan perundangan.

Baca Juga:  Kesbangpol DKI Sebut Hoax dan Ujaran Kebencian Ancaman Demokrasi

Ketiga, menciptakan komitmen bersama antar stakeholders dan seluruh elemen bangsa untuk senantiasa merajut kebersamaan dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara sebagai upaya untuk menjaga tetap kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Mari kita tingkatkan silaturahmi agar persatuan dan kesatuan yang telah kita bangun sejak lama ini terus terjaga,” harap Didi. (Zul dan Endi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed