oleh

Kesbangpol DKI Minta Mahasiwa Terlibat dalam Membangun Kerukunan Umat Beragama

-Budaya-239 views

JAKARTA –  KEBEBASAN untuk menjalankan agama dan kepercayaan sudah lama berjalan dengan baik di Indonesia. Untuk Jakarta, kebebasan dalam melakukan ibadah itu telah menghasilkan ikatan persaudaraan yang kuat sebangsa dan se- tanah air. 

Karena itu, guna memberikan pengetahuan kepada para mahasiwa tentang dinamika agama dalam pembangunan politik di Jakarta, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)  DKI Jakarta mengundang 100 mahasiswa selama 2 hari 3 malam di Hotel Grand Mutiara, Bogor selama 2 hari 3 malam, Kamis-Sabtu 20-22 Juni 2019.

Berbicara dalam tema “Peningkatan Peran dan Fungsi Pengawasan Orang Asing dan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Wilayah DKI Jakarta,” Plt. Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si  ketika membuka kegiatan pada Kamis (20/6/2019 di mengatakan agama dan kepercayaan di Indonesia mempunyai peranan penting dalam menciptakan keharmonisan dan kerukunan umat beragama. Hal ini bisa dipahami karena hampir semua agama mengajarkan tentang kebaikan dan selalu menuntun umatnya agar selalu berbuat kebajikan, terutama dalam menciptakan kondusifitas hubungan antarmanusia.

Baca Juga:  "Wayang Jogja Night Carnival" diproyeksikan jadi ikon karnaval Yogyakarta

Taufan menjelaskan,   perbedaan agama dan kepercayaan bukan alasan untuk saling tak menghormati antarmanusia dan saling bertengkar satu sama lain. Sebagai umat beragama, Kesbangpol DKI memiliki tugas untuk mempersatukan umat beragama dan menjauhkan dari permusuhan.  

Apabila dilalaikan hal ini, kata Taufan, maka justru akan menimbulkan kekacauan dan perpecahan yang dipengaruhi oleh kelompok yang ingin ingin merusak persatuan kita.

Sebagai insan cendekia, Taufan meminta Mahasiwa untuk terus belajar bagaima membangun tolerasi dan kerukunan umat beragama. Agama harus menjadi salah satu sumber terbaik dalam mengembangkan persatuan, perdamaian dan keamanan di tengah-tengah masyarakat. 

Dia menambahkan, para para pemuka agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama Kesbangpol DKI selama ini terus mengembangkan dialog konstruktif untuk membangun perdamaian di ibukota.  

“Kita harus berperan aktif untuk mencegah jika ada kelompok yang ingin memprovokasi atau memancing perpecahan atas nama agama,” gugahnya.

Sementara itu, dalam laporan kegiatannya, Staf Kesbangpol DKI Jakarta, Kristinawati, SE mengatakan Kegiatan “Peningkatan Kerukunan Umat Beragama Angkatan III Tahun 2019” ini dihadiri mahasiswa dari Universitas Kristen Indonesia (UKI), Universitas Islam Jakarta (UIJ), Universitas MPU Tantular, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma, Ma’had Aly An-Nu’aing, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Dirasut Islamiyyah Al-Qur’an Hikmah, Universitas Pancasila, Sekolah Tinggi Keguruan Kusumanegara (STKIP), dan Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran Jakarta.

Baca Juga:  Modern Language Wars, PHP vs Python vs Ruby

Adapun  maksud dan tujuan yaitu untuk memberikan penyuluhan kepada para mahasiswa mengenai nilai-nilai vdasar kerukunan umat beragama dalam membangun sikap toleransi, saling menghormati dan menghargai antar umat beragama guna memperkuat dasar-dasar kerukunan hidup antar umat beragama, serta dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat.

Nara sumbernya yaitu Letkol Sunaryo Saripan, Kemenhan RI, mengulas soal “Pentingnya Kerukunan Umat beragama Dalam Menjaga Kestabilan Politik,” Drs. Rustam Effendi, MS.I Akedmisi, berbicara tentang “Kerukunan Umat Beragama Perekat Persatuan Bangsa,” Adi Waluyo B.S.E, CHT,ELP, Motivator mengkaji tentang “Membangun Harmoni Antar Umat Beragama,” Ahmad Zamroni, Trainer Motivator berbicara soal “Pelatihan Kepemimpinan dengan harapan menjadi Pemimpin Bangsa yang mencintai tanah air dengan segala ragam agama,seni dan budayanya.” (Zul dan Endi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed