oleh

Kemendagri Apresiasi FUDiKI Gelar Forum War No Sing Yes 2 di Borobudur

-Budaya-261 views

Magelang – Forum UKM Digital Kreatif Indonesia atau FUDiKI kembali menggelar War No Sing Yes – 2 pada tanggal 29 – 30 Juni 2019 di Omah Mbudur Borobudur ,Jowahan 02/05 Wanurejo , Borobudur, Magelang Jawa Tengah.

Adapun Tema War No Sing Yes – 2 kali ini adalah: “Merajut Keberagaman Dalam Kebersamaan Membentuk Benteng Ketahanan Ekonomi , Sosial, Budaya, Ideologi, Politik Yang Tangguh Pada Generasi Milenial Bersama Usaha Ekonomi Kerakyatan Dalam Melestarikan Harmonisasi Budaya Luhur Bangsa.”

Mewakili Dirjen Polpum Kemendagri Bapak Prayogo mengapresiasi acara ini dengan mengajak seluruh peserta dan seluruh komponen bangsa untuk merajut persatuan dan kesatuan untuk membangun bangsa kedepan yang lebih baik. “Kekayaan Bangsa Kita adalah Keberagaman.”

Kegiatan ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Ibu Dra.Ema Rachmawati.MSi. Ema Rachmawati membacakan sambutan Gubernur Ganjar Pranowo.

“Saya memberikan apresiasi dan menyambut baik kegiatan ini. Dari oemah mbudur kita kobarkan semangat persatuan,satukan gerak langkah memupuk kebersamaan untuk menjadi part of solution bukan bagian dari part of problem, “ tutur Ganjar.

Baca Juga:  Celengan Digital Bantu Anak Swiss Menabung

Sementara Tjahjo Ruruh Djatmiko ketua umum FUDiKI menjelaskan bahwa War No Sing Yes adalah sebuah acara yang mengangkat Kekayaan Budaya Noeswantara yang sangat Agung ke tingkat yang tertinggi di Peradaban Dunia.

Inti dari War No Sing Yes  adalah mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya Generasi Milenial  Bangsa Indonesia dan Generasi Milenial Dunia lebih mengedepankan kebersamaan dari adanya keberagaman yang ada tanpa harus terjadi permusuhan , peperangan , pertikaian antar sesama umat manusia di dunia.

Dengan cara mengangkat filosofi Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangruwa menjadi symbol kebersamaan , keharmonisan Dunia , Unity In Diversity maka adanya perbedaan (suku , ras , agama ) adalah sebuah kekayaan yang harus dihargai tanpa harus memperuncing perbedaan tersebut menjadi sebuah perpecahan, permusuhan, peperangan yang akan menimbulkan ketidak nyamanan masyarakat, ketidak stabilan Negara , perang saudara dan lain lain.

War No Sing Yes ini juga bertujuan New karakter building kebangsaan pada generasi Milenial Indonesia yang juga peduli akan hasil mahakarya bangsa Indonesia.Harapan kami kegiatan ini bisa menjadi rolemodel dalam membumikan makna Pancasila dan NKRI di generasi baru milenial.

Baca Juga:  Obsesi terhadap Selfie termasuk Gangguan Mental

Kegiatan ini memberikan wawasan indahnya kebersamaan antar pelajar dari beberapa sekolah yang berbeda agama dari sekolah negeri , swasta ,dan pesantren. Beberapa kegiatan bertujuan memberikan pemahaman Pancasila & NKRI melalui team work kebangsaan milenial tersebut. Begitu juga memberikan pemahaman sejak dini tentang ancaman Narkoba, anarkis, tawuran, paham Radikalisme yang perlu diantisipasi, dihindari, dicegah untuk berkembang di Indonesia. Dengan membaurnya para pelajar dari berbagai macam segmen tersebut dalam kegiatan team work kebangsaan dan pelatihan membuat karya – karya leluhur Bangsa akan muncul kebersamaan , kebersatuan diantara generasi milenial. Diharapkan akan timbul New Kharakter Milenial Bangsa Indonesia yang mengedepankan Kebersamaan, kebersatuan.

War No Sing Yes juga ditujukan untuk meresponse/melawan/mengcounter masuk dan berkembangnya pengaruh assymetric WAR 7 proxy (Food, Film,Fashion, Fun Games, Fantasy, Free Sex, Free Thinking) di kalangan generasi milenial , begitu juga menangkal masuknya paham radikalisme , tidak mengenal anarkisme, menangkal Narkoba dan menjauhi tawuran.  Pada akhirnya diharapkan menghasilkan generasi milenial yang tangguh , percaya diri , penuh kreativitas dan produktivitas tinggi. Masuknya Paham ideology asing, maraknya HOAX, maraknya paham kebencian dan 7 Proxi di Negara kita saat ini, menjadikan Filosofi keberadaan Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangruwa sangat relevan untuk tetap menjadi solusi bagi bangsa Indonesia saat ini dan Bagi seluruh Dunia yang bermanfaat untuk semua umat manusia didunia.

Baca Juga:  "Wayang Jogja Night Carnival" diproyeksikan jadi ikon karnaval Yogyakarta

Kebhinekaan dalam bentuk apapun dan berada dimana pun adalah sebuah keniscayaan. Maka oleh sebab itu perlu ditanamkan sejak dini pada generasi milenial bahwa apapun perbedaan dapat di sampaikan dengan penuh santun, saling menghormati saling menghargai dengan suasana kegembiraan melalui seni budaya yang meliputi tari, music, suara yang dikemas dalam sebuah team work kebangsaan milenial.Harapan mengangkat Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangruwa ke peradaban tertinggi di dunia saat ini dan menjadi referensi bagi dunia internasional bukanlah hal yang mustahil.

Diakhir sambutannya Tjahjo Ruruh Djatmiko menjelaskan output dari kegiatan War No Sing Yes – 2 ini adalah menjadikan kegiatan ini sebagai Role Model dalam:

Pertama, menanamkan Pancasila dan NKRI dalam Membentuk New Karakter Building Kebangsaan Milenial.

Kedua, Milenial Care, Cinta terhadap mahakarya budaya luhur bangsa Indonesia untuk dilestarikan agar tidak punah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed