oleh

Di PCB, Taufan Jelaskan Pemda Terbuka dengan Kritik

-Politik-205 views

CISARUA – PENYALAHGUNAAN kekuasaan (abused of power) baik di level pemerintahan maupun legislatif merupakan musuh bersama yang harus diperangi seluruh komponen masyarakat.

Sebagai mitra pemerintah, partai politik tentu berperan dalam mengontrol adanya kebocoran pengelolaan anggaran di pemerintahan. Di sisi lain, anggota dewan dalam upaya mengontrol anggaran itu diharapkan juga tidak terlibat dalam praktek persekongkolan untuk melakukan korupsi.

Karena itu, agar para anggota legislatif mampu berperan maksimal, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta menggelar Kegiatan “Peningkatan Kesadaran Politik Cerdas Berintegritas (PCB) Angkatan 1 Tahun 2019.”

“Kami terbuka akan kritik dari anggota dewan dan masyarakat. Dengan adanya kritik itu semakin menuntut kami untuk bekerja dengan baik, transparan dan akuntabel guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance)” ujar Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si., di Hotel Ritzen Premier, Bogor, Rabu (17/9/2019).

Menurut Taufan, Pemda DKI sejak hampir 2 tahun ini telah bekerjasama Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK)  untuk mengadakan PCB bagi 16 anggota partai politik. Melalui kegiatan ini, Pemda mengharapkan agar para anggota dewan dapat menjadi mitra pemerintah yang handal  dalam menjalankan fungsinya.

Baca Juga:  Pakar Pertanyakan Keberadaan Perempuan di Parlemen

“Dengan memiliki mitra yang handal, maka harapan gubernur DKI Jakarta untuk memajukan kotanya dan membahagiakan warganya dapat berjalan dengan baik,” ujar Taufan.

Dia menjelaskan, kekuasaan itu harus mampu diarahkan untuk menggerakkan segenap potensi masyarakat untuk secara bersama-sama menjaga marwah amanah rakyat. “Kita harus buktikan bahwa sebagai pejabat maupun anggota dewan kita bisa melawan godaan korupsi,”ujarnya.

Dari kegiatan ini, kata alumni kebijakan Publik UGM ini mengharapkan tumbuh sikap dan kesadaran untuk bersama- sama membangun jejaring kader antar partai politik agar senantiasa berupaya untuk melakukan aksi kegiatan politik yang bersih dan bermartabat.

Orang nomor satu di Kesbangpol DKI Jakarta ini menerangkan, dalam arahannya kepada para pengurus parpol, bahwa Program PCB merupakan ikhtiar KPK untuk mendukung sektor politik Indonesia menuju pembangunan politik yang cerdas berintegritas dan anti korupsi antara lain dengan mengembalikan peran dan fungsi partai politik.

Taufan menuturkan, peran dan fungsi partai politik adalah sarana pendidikan politik bagi masyarakat luas. Peran ini tentu sangat strategis karena berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, parpol harus mampu menjaga kredebilitasnya agar masyarakat percaya dengan peran yang diembannya.

Baca Juga:  Ini Dia Arahan Lengkap Dirjen Polpum Pada Bimtek Sistem Informasi Ormas

Kesbangpol DKI Jakarta memahami banyaknya kasus-kasus korupsi yang menerpa anggota dewan seperti korupsi berjamaah di Malang telah mengurangi kepercayaan (trust) masyarakat kepada politik.

“Masalah yang kita hadapi saat ini yaitu rendahnya kepercayaan publik terhadap parpol akiban banyak anggotanya yang diidentifikasikan sebagai actor kunci dalam korupsi di sejumlah daerah,” tandasnya.

Karena itu, melalui kegiatan ini, Taufan mengharapkan agar ada pemaman para anggota partai politik termasuk anggota dewan terpilih agar turut terlibat dalam membangun tatakelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya,” pungkas Taufan yang dalam kesempatan itu didampingi Kasubdit Fasilitasi Demokrasi, Drs. Tumpal Datner, MM,. (Zul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed