oleh

Memasuki Angkatan XI, Kesbangpol DKI Terus Mantapkan Kader Bela Negara

-Nasional-261 views

CISARUA – ANCAMAN dan gangguan stabilitas politik baik dari penyebab internal maupun eksternal selalu ada kemungkinan terjadi di Ibukota. Penyebab internal seperti pernah terjadi pada Pilkada DKI Jakarta yang dilanjutkan dengan Pileg an Pilpres serta pengujian gugatan penghitungan suara di Mahkamah Konstitusi (MK). Sementara penyebab eksternal seperti campur tangan asing baik secara langsung maupun tidak langsung (perang asimetis) selalu mungkin akan terjai mengingat kekayaan sumber daya  alam Indonesia selalu mencari incaran negara asing.

Karena itu, guna memberikan pemahaman kepada warganya,  Pemerintah DKI Jakarta melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)  DKI Jakarta terus melakukan pemantapan pemahaman terhadap warganya.

Kegiatan  bertema “Pemantapan Kader Bela Negara Angkatan Ke XI Tahun 2019” ini dibuka langsung oleh Kabid Idewasbang, Drs. Asyik Noorhilmani, M.Si di Hotel Grand Pesona, Cisarua,  (18/2019).

Menurut Asyik, bela negara merupakan salah satu alat untuk memperoleh dan memperkokoh kecintaan terhadap suatu negara khususnya untuk negara NKRI. Sangat penting bela negara ditanamkan dalam diri dan jiwa setiap warga negara Indonesia. Apalagi untuk para generasi muda yang memiliki banyak waktu untuk mewujudkan negara Indonesia menjadi negara yang maju dan sejahtera.

Baca Juga:  Taufan: Revolusi Mental Bukan Slogan Tapi Implementasi

Diakuinya, melihat dinamika yang terjadi pada zaman modern ini, bela negara terhadap tanah air mulai rapuh dan diabaikan dan dirasakan generasi muda bangsa mulai melupakan apa itu bela negara lantaran mereka sibuk dengan kegiatan-kegiatan yang tidak ada gunanya seperti berfoya-foya pemakaian atau penggunaan narkoba. Ironis sekali melihat hal tersebut banyaknya pengaruh budaya barat juga telah merusak pemikiran-pemikiran anak muda Indonesia dan hal ini dapat mengakibatkan krisis multidimensi dan dapat menimbulkan disintegrasi bangsa Indonesia.

“Disintegrasi yang terjadi terus-menerus akan menjadi suatu ancaman yang sangat serius bagi Indonesia, dan akan berbahaya terhadap kelangsungan NKRI dalam mewujudkan tujuan nasionalnya,” imbuhnya.

Untuk mencegah terjadinya disintegrasi yang terus-menerus, Asyik mengatakan. harus dilakukan suatu tindakan yang salah satu bentuk nyata dalam mewujudkan tekad warga negara adalah dengan melaksanakan sosialisasi bela negara dan mengaplikasikan bela negara dalam kehidupan sehari-hari mulai dari diri sendiri.

Dia menjelaskan, adalah tanggungjawab semua warga negara Indonesia untuk membela negara dan ini sesuai dengan UUD 1945 Pasal 27 Ayat 3 yaitu setiap warga negara berhak dan wajib ikut dalam upaya pembelaan negara. Bela negara bisa juga disebut sebagai suatu gerakan moral dalam bela negara dapat dilakukan mulai dari lingkungan yang kecil sampai lingkup nasional lingkungan kecil tersebut dimulai dari lingkup warga yang lingkup yang paling kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Senator Kalimantan Selatan HM Sofwat Hadi Sampaikan Sosialisasi Empat Pilar di STAI Agus Salim

Asyik menjelaskan, sebagai suatu keluarga kita juga dapat melakukan bela negara dengan melakukan dan melaksanakan tugas dan kewajiban masing-masing.  Contohnya, disiplin belajar, peduli lingkungan, dan lain-lain.

Dalam konteks nasional, sebagai anggota masyarakat dalam melakukan bela negara dapat diwujudkan dengan taat kepada hukum dan peraturan yang berlaku tertib berlalu lintas, peduli terhadap lingkungan atau keamanan sekitar serta mengetahui dan melaksanakan hak serta kewajiban masing-masing.

“Dengan melaksanakan bela negara seperti hal di atas ini mulai dari lingkup yang paling kecil sampai ke lingkup yang lebih luas diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta tanah air terhadap Indonesia untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI,” pungkas Asyik.

Sementara itu, dalam laporan kegiatannya, Ketua Pelaksana kegiatan, Drs. Tabdil, M.Si mengatakan kegiatan ini dimaksud  untuk memberikan pemahaman dan memantapkan cinta tanah air terhadap bangsa dan negara serta upaya bela negara sehingga setiap warga negara memahami kewajiban bela negara dan dapat merealisasikan program Bela negaranya.

Adapun tujuannya, lanjut Tabdil, yaitu meningkatkan pemahaman para pengurus dan anggota organisasi kemasyarakatan sebagai calon kader bela negara dan bagian dari sistem pertahanan negara sekaligus sebagai landasan berfikir bersikap dan bertindak dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Baca Juga:  Kelambu Jadi Senjata Tepat Hindari Gigitan Nyamuk Penyebab Malaria

Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 100 orang terdiri dari Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) dari Etnis Kalteng 25 orang, Etnis Babel 25 orang, Etnis Bengkulu 25 orang, Karang Taruna Johar Baru 25 orang.

Tabdil menambahkan, Nara sumberny yatiu  Asisten Teritorial Kodam Jaya, Keberagaman dan Semangat Bela Negara dalam Bingkai NKRI,” Dr. Pippy Setiowati M.Si, “Media Sosial sebagai Sarana Penguatan Bela Negara dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 Berbasis Budaya,” H. Lucky P.Sastrawiria, SE, Komisi A DPRD Prov. DKI Jakarta “Peranan Legislatif dalam rangka Mendukung Program Implementasi Bela Negara, DR.Syahganda Nainggolan “Ancaman dan Gangguan terhadap NKRI dan Tingginya Semangat Bela Negara.” (Zul dan Endi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed