oleh

Taufan Minta Kaum Muda Peduli Keamanan Lingkungan

-Nasional-239 views

Taufan – Radikalisme dan Terorisme bisa timbul di mana saja. Bisa di kota dan bisa di kampung. Bisa pelakunya orang yang memiliki paham ekstrim dan juga bisa pelakunya warga baru yang menetap di kampung kita.

Karena itu, guna mencegah terjadinya ancaman radikalisme, teror dan kekerasan di kampung kita, adalah penting bagi kita sebagai warga Jakarta mengetahui siapa warga kita sesungguhnya yang tinggal bersama kita.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si ketika membuka kegiatan “Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Terorisme dan Gerakan Radikalisme di DKI Jakarta” di hotel Ria Diani, Cisarua, Kamis (18/7/2018).

Menurut Taufan, visi gubernur untuk memajukan kotanya dan membahagikan warganya amat ditentukan oleh adanya keamanan di masyarakat. Keamanan ini merupakan prasyarat utama untuk pemerintah daerah membangun kesejahteraan warganya.

Bukan hanya kesejahteraan warganya, Taufan menjelaskan Gubernur Anies juga peduli dengan urusan kemanusian 1.000 lebih pengungsi yang tinggal di trotoar-trotal sepanjang jalan Kebon Sirih setelah mereka dipindahkan dari Kali Deres, Jakarta Barat.

Baca Juga:  Cegah Konflik, Kesbangpol DKI Jakarta Gelar Dialog Interaktif

“Atas pertimbangan Kemanusian, Pak Anies memerintahkan Kesbangpol DKI untuk merelokasi para pengungsi ini bekerjasama dengan badan dunia urusan pengungsi UNHCR dan memindahkannya ke Gedung Bekas Kodim di Kalideres, Jakarta Barat,” ujar Taufan.

Belajar dari nasib pengungsi ini,  kata Taufan, adalah mahal persoalan keamanan ini. “Anda bisa bayangkan mereka harus menempun 1800 KM keluar terpaksa dari negaranya masing-masing karena tidak ada lagi rasa aman akibat konflik yang terjadi,” ujar Taufan sembari menjelaskan para pengungsi itu berasal dari Afganistan, Somalia, Irak hingga Rohingya.

Kepada 100 peserta kegiatan dari ormas Mathlaul Anwar, Taufan meminta agar mereka mengajak warga untuk bersama menjaga keamanan lingkungan di mana mereka tinggal. Cara yang paling mudah yaitu dengan menghidupkan kembali sistem keamanan “Tamu Wajib Lapor 1×24 Jam.”

“Sistem keamanan Tamu Wajib Lapor 1×24 Jam dari pengalaman terbukti mampu mencegah warga pendatang yang mempunyai niat untuk melakukan teror dan kekerasan di masyarakat,” papar Taufan.

Dia menjelaskan, teman-teman Mathlaul Anwar bersama Pak RT bisa mendatangi warga yang baru menginap di lingkungannya dan menanyakan alasan tinggal di kampungnya. “Jika pendatang itu memiliki niat jahat tentu dia akan pindah dan tak nyaman karena sudah merasa diawasi,” papar Taufan.

Baca Juga:  Kesbangpol DKI Jakarta Harapkan Pemuka Agama dan Ormas Terus Ikuti Dinamika di Masyarakat

Sementara itu, dalam laporan kegiatannya, Kasubdit Pengawasan Dini, Dr. Habib Setiawan mengatakan, kegiatan “Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Terorisme dan Gerakan Radikalisme di DKI Jakarta” ini dimaksudkan untuk memberkan pemahaman kepada masyarakat Jakarta untuk sama-sama menciptakan lingkungan kondusif dalam upaya mencegah radikalisme dan Terorisme di masyarakat.

“Peran teman-teman dari ormas Mathlaul Anwar usai mengikuti kegiatan ini diharapkan mampu menjadi agen motivator dari upaya untuk menjaga, dan merawat persatuan dan kesatuan bangsa ini dan mampu mendeteksi adanya upaya untuk memecah belah bangsa ini,” harap Habib. (Zul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed