oleh

Taufan Minta Warga Jakarta Biasakan Budaya Tertib

-Budaya-295 views

Jakarta – Kemajuan ibukota Jakarta dalam 5 tahun terakhir ini sangat memakau mata. Betapa tidak. 3 bulan saja kita tidak melewati sebuah jalan taruhlan jalan di Kali Deres maka dijamin setelah kita lewati daerah itu akan bermunculan gedung-gedung baru pencakar langit.

Hal serupa terjadi dalam moda transportasi.
Busway kini terbukti menjadi idaman warga kota untuk cepat sampai ke kantor tanpa khawatir macet. Moda MRT dan LRT pun kini sudah mulai beroperasi normal di sejumlah wilayah.

“Kita bersyukur bahwa komitmen Gubernur Anies untuk memajukan kotanya dan membahagiakan warganya terus dirasalan manfaatnya oleh warga Jakarta,” ujar Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakrie, M.Si ketika membuka kegiatan Dialog Interaktif dalam Menyukseskan Kawasan Unggulan Tertib Kota Angkatan 1 tahun 2019 di Hotel Maryln Park, Jakarta.

Taufan menjelaskan, kemajuan fisik ini haruslah diikuti dengan kemajuan di bidang mental dan budaya.

“Kegiatan hari ini sangatlah strategis karena yang kita bicarakan dalam forum ini terkait dengan hal-hal yang sangat hakiki dan mendasar karena menyangkut dengan kepribadian kita sebagai bangsa Indonesia dimana didalamnya terdapat begitu banyak tatanan nilai, norma adat-istiadat dan budaya dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan serta ajaran agama yang semestinya menjadi panduan utama dan motivasi intrinsik bagi kita sekalian dalam menjalankan kehidupan sebagai sebuah bangsa yang bermartabat aman tertib dan selalu menjaga toleransi di tengah masyarakat ibukota,” papar Taufan.

Baca Juga:  "Mau Jadi Apa?", Nostalgia Asam Manisnya Masa Kuliah

Dia menjelaskan, Jakarta yang sangat majemuk dan kedudukannya sebagai ibukota negara dan pusat pengendalian berbagai kegiatan negara berskala nasional dan internasional harus didukung oleh kondisi ketertiban dan keamanan yang terkendali.

Taufan mengatakan, ada 5 hal yang dipinta warga Jakarta untuk selalu taat yaitu tertib hunian, tertib buang sampah, tertib PKL, tertib lalu lintas dan tertib demo.

“Saya meminta peserta di sini untuk mulai membiasakan 5 tertib ini dan kemudian menjadi motivator dalam mengajak warga lain,” harap Taufan.

“Ibukota menjadi milik semua termasuk dalam pengelolaannya semangat permusyawaratan dan perwakilan harus dihidupkan kembali untuk bergotong-royong membangun kota Jakarta yang aman nyaman dan tertib,” tuturnya.

Sementara itu, dalam laporan kegiatannya Kasubdit Ketahanan Seni dan Budaya, Dra. Yayuk S Hari mengataan Dialog interaktif dalam mensukseskan kawasan unggulan tertib kota angkatan 1 tahun 2019 diadakan selama 3 hari mulai hari ini Selasa tanggal 23 sampai 25 Juli 2019 bertempat di puncak hotel The rizen Cisarua Bogor.

Adapun peserta kegiatan sebanyak 120 orang terdiri dari tokoh masyarakat kelurahan Rawa Badak sSelatan Jakarta Utara, Karang taruna Jakarta Pusat, Persatuan pedagang Indonesia, Biro Pengembangan dan plPemberdayaan Masyarakat Pesisir.

Baca Juga:  Para Raja Nusantara Buka Tabir Kerajaan Sriwijaya

Materi dan Narasumber, yaitu La Ode Basir (Praktisi) dengan materi “peran masyarakat dan pelaku usaha mikro dalam mendukung kawasan tertib di kota di DKI Jakarta”, Fajar Suryo Handoko S.Psi., M.Si (akademisi), dengan materi “Psikologi dan pengelolaan ketertiban sosial gambaran perspektif psikologi sosial pada era modern di lingkungan DKI Jakarta”.
3) Kolonel (Kav) Marsudi Sarwono (Direktur Penyelenggaraan Diklat Pembinaan Idiologi Pancasila BPIP) dengan materi “implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat kota gunung menciptakan kawasan unggul yang aman dan tertib”, Marthalina Trijayanti, S.psi (Motivator) dengan materi “membangun jiwa kepemimpinan untuk menjadi contoh dan agen perubahan dalam penerapan Tertib Jakarta”. (Endi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed