oleh

Pesan Pak Mayjen TNI (Purn.) Soedarmo dalam Giat Tasyakuran Masa Bakti Dirjen Polpum

-Politik-229 views

Jakarta, Kesbang.com – Direktorat Jenderal  Kementerian Dalam Negeri pada Senin menggelar Tasyakuran Masa Bakti Dirjen Polpum Kemendagri, Mayjen TNI (Purn.) Soedarmo yang memasuki masa pensiun pada 1 Oktober 2019.

Turut hadir Sekretaris Utama Didi Sudiana, para Pejabat Eselon II, III dan IV di lingkungan Ditjen Polpum. Selain itu juga dihadiri unsur dari PKK dan para Kepala Kesbangpol dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Dirjen Polpum Soedarmo mengatakan bahwa sebelum aktif di Polpum Kemendagri dirinya telah aktif di Kabinda  Kaltim. Karena itu, dirinya paham betul bagaimana eksistensi strategis Kesbangpol yang harus kuat dalam membantu pemda.

Soedarmo menjelaskan, bahwa Kesbangpol dari Tupoksi tidak beda dengan Kasospol di era Orba. Yang beda hanya kemampuan teman-teman untuk menerjemahkan visi dan misi Kesbangpol saja yang belum optimal sehingga kinerjanya belum diakui Pemda.

“Saya harus merubah imej Kesbangpol di daerah dan ini obsesi saya ketika masuk 4 tahun lalu,” ujar Soedarmo yang pernah menjadi intel di lingkungan AD, BIN, BAIS.

Baca Juga:  Kesbangpol DKI Jakarta Harapkan KPPI Dorong Anggotanya Duduk di Parlemen

Soedarmo menambahkan, dibandingkan dengan lembaga intel AD, BIN dan BIS, Kesbangpol jelas lebih kuat kelembagaannya baik dari sisi anggaran maupun personelnya.

”Kalau saya bandingkan, Kesbangpol jelas lebih baik dari BIN atau unit-unit yang lain. Lihat saja kelebihan Kesbangpol dari sisi anggaran, SDM, dll. Jadi yang penting itu pemahaman intelegen yang harus diperkuas,” tegasnya.

Dia melanjutkan, ke depan, jajaran Polpum di Pusat dan Kesbangpol di daerah bisa menjadi komponen yang paling eksis dan paling disegani oleh Kepala Daerah utamanya dalam membangun stabilitas, cegah dini, dan kewaspadaan di masyarakata.

“Anda harus berani tampil ke depan.  Ini perlu agar peranan yang anda lakukan membuat pemda ketergantungan kepada anda,” gugah Soedarmo.

Soedarmo mencontohkan, Kesbangpol Papua yang dipimpin oleh Pak Musa. Dengan binaan Polpum sealma ini, Gubernur Embe kini selalu meminta masukan kepada Musa akan pertimbangan kegiatan politik di daerah.

“Anda harus mandiri dan menjadi leader bagi OPD lain,” ulangnya lagi.

Pada kesempatan itu, Soedarmo juga meminta maaf jika selama memimpin ada membuat bawahannya yang dari sisi karir mungkin belum naik jabatannya.

Baca Juga:  Edukasi UU Pemilu Angkatan 60, Taufan Harapkan Anggota KPPS Berperan Maksimal 

“Saya mendahulukan kepentingan  organisasi,  profesionalitas, dan pertimbangan para direktur,” paparnya.

Karena itu, lanjutnya, dia memohon maaf jika ada pejabat di Polpum yang golongan lebih tinggi dan tidak saya angkat karena saya harus loyal dengan keputusan para direktur saya. Tetapi kalau sifatnya like atau dislike atau faktor kedekatan agama atau suku saya akan tolak.

Di bagian akhir kegitan, Pak Darmo menyajikan beberapa lagu tembang lawas untuk menghibur ratusan peserta yang menghadiri perpisahan dengan Dijren Polpum yang dikenal tegas dan penuh disiplin ini. (Zul dan Endi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed