oleh

Kuasa Hukum PT ADS Tegaskan Bahwa Kisruh Karyawan dengan Pimpinan ADS Telah Diselesaikan

-Hukum-353 views

Tangerang, Kesbang.com  – Kuasa Hukum  PT. Aero Dirgantara Sejahtera (PT ADS),  Doddy Harrybowo SH. MH  menegaskan bahwa persoalan perselisihan antara karyawan dengan pimpinan PT ADS terkait adanya pemberitaan yang menyudutkan bahwa PT ADS selama ini belum terdaftar di Kemenkumham di samping dugaan  PT ADS telah melakukan menipu terhadap karyawannya telah diselesaikan dengan baik dan dengan cara musyawarah dan mufakat.

“Kekisruhan yag terjadi antara karyawan dengan pihak PT ADS telah dapat terselesaikan dengan baik. Ada 2 karyawan yaitu EH dan HP yang membuat surat pernyataan,  ditandatangani di atas materai. Isinya menjelaskan bahwa mereka tidak merasa tertipu. Surat pernyataan dibuat dengan kesadaran tanpa paksaan. Meski keduanya sempat buat kisruh, namun status mereka mereka kini masih bekerja sebagai karyawan,” ujar Doddy dalam kiriman rilis  yang diterima redaksi, Rabu (20/11/2019).

Doddy menjelaskan, PT. ADS selama ini ruang lingkup operasional bergerak dalam bidang pelayanan jemaah umroh di bandara dan karyawan/karyawati sebagai PSA (Passenger Service Assistant). Pada tanggal 17 Agustus 2019, PT. ADS baru memulai kegiatan melayani jemaah umroh di bandara dan bersamaan dengan itu telah ditandatangani kontrak kerja antara PT. ADS dengan para staf dan selanjutnya para staf mulai bekerja di bandara sesuai dengan jadwal yang telah diatur secara bergantian. Di akhir bulan Agustus, masing-masing staf telah menerima gajinya sesuai dengan jadwal bertugas masing-masing. Mereka terima gaji dengan senang hati.

Baca Juga:  Pemerintah Kaget Lonjakan Jumlah Napi Perempuan

Sebelum mereka aktif bekerja, kata Doddy, seluruh calon staf memang dikenakan biaya pelatihan meliputi biaya pembekalan diklat, sertifikasi, seragam, dan lain-lain. Pembekalan diklat dilakukan dalam rangka persiapan untuk menjalin tugas di bandara nantinya.  Bahwa para calon staf menyatakan bersedia mengikuti pembekalan diklat dan menyanggupi untuk membayar biaya pelaksanaan pembekalan diklat. Di situ juga dinyatakan dengan tegas bahwa dari sisi PT. ADS tidak ada pernyataan yang menjanjikan akan mempekerjakan para calon staf di perusahaan lain.

Doddy mengklarifikasi soal status PT ADS yang sebelumnya dipermasalahkan para calon karyawan, PT. ADS berlokasi di Viva Business Park,  Jalan Pembangunan 3 Blok A No. 17 Karang Anyer, Neglasari, Kota Tanggerang Banten . PT ADS telah memiliki izin usaha berupa Izin Badan Usaha Bandara Udara, Atas nama PT Aero Dirgantara Sejahtera dengan Aktivitas kebandaraan dengan kode 522xx dan nomer induk berusaha 91203056xxxxx. Izin ini didapt dengan sistem OSS pada tanggal 20 Juni 2019.

“Bahwa PT. ADS dalam menjalankan kegiatan usahanya telah memiliki legalitas layaknya perusahaan pada umumnya, terdaftar sebagai perusahaan yang tertib membayar pajak dan memiliki ruangan kerja di kawasan Bandara Soekarno-Hatta untuk operasional sebagai salah satu persyaratan mutlak untuk memperoleh ID bandara,” imbuhnya.

Terkait kekisruhan, lanjut Doddy menjelaskan hal itu terjadi pada hari Senin, 7 Oktober lalu, antara karyawan dengan Pihak PT. ADS. Sumber info ini didapat dari salah seorang karyawan yang tak ingin disebutkan namanya yang mengatakan, bahwa para karyawan merasa ditipu oleh Direktur PT.  ADS (BD). Sumber informasi itu menjelaskan, bahwa pihak PTADS sudah tidak ada itikad baik untuk memenuhi tuntutan karyawan yang merasa ditipu sudah bekerja tiga bulan namun tidak mendapatkan gaji sesuai perjanjian. Padahal, untuk biaya administrasi keseluruhan ini para karyawan sudah menyetorkan  rata-rata Rp. 20 juta.

Baca Juga:  Kejaksaan Pastikan tidak Ada Eksekusi Mati 2017

Doddy menambahkan, kegiatan PT. ADS dalam melayani jemaah umroh terus berlanjut hingga bulan September 2019. Hanya saja pada akhir bulan September 2019,  management PT. ADS melaporkan bahwa pelayanan jemaah umroh hanya memperoleh pemasukan sebesar Rp. 5 Juta rupiah saja dan ini  sontak membuat kaget para Pimpinan PT. ADS. Meski pemasukan kian menurun,  hal pertama yang dilakukan oleh Pimpinan justru segera membayarkan gaji kepada para staf karena sudah jatuh tempo dan masing-masing staf menerima gajinya Rp. 3 juta sesuai dengan kontrak kerja. Dan karena upah tersebut melewati batas waktu, jadi gaji itu tidak secara sekaligus diterima oleh para staf, pihak PT. ADS memperoleh tambahan uang sebagai kompensasi sebesar Rp. 500 ribu.

Selanjutnya, kata Doddy, setelah diterpa masalah profit yang hanya Rp. 5 juta per bulan di September 2019, pada pertengahan Oktober 2019 kembali PT. ADS diterpa permasalahan yang diluar dugaan dan perkiraan Pimpinan PT. ADS yakni diputusnya kerjasama secara sepihak oleh Pihak rekanan PT. ADS. Alasan pemutusan kerjasama lantaran staf PT. ADS dinilai kurang baik performancenya selama bermitra. Pemutusan kontrak ini telah menjadikan PT. ADS semakin terpuruk dan hal ini terjadi diluar kehendak dari PT. ADS. Jadi wajar, jika kegiatan-kegiatan operasional PT. ADS terhenti.

Baca Juga:  Menkopolhukam Tunggu Informasi Bawaslu terkait Kerawanan Pemilu

Bahwa PT. ADS dalam menjalankan kegiatan usahanya telah memiliki legalitas layaknya perusahaan pada umumnya, terdaftar sebagai perusahaan yang tertib membayar pajak, memiliki ruangan kerja di kawasan Bandara Soekarno-Hatta untuk operasional sebagai salah satu persyaratan mutlak untuk memperoleh ID bandara.

Hingga berita ini diturunkan kekisruhan yang terjadi antara karyawan dengan pihak PT ADS telah dapat terselesaikan dengan baik, oleh kuasa hukum PT ADS. Para karyawan sudah menyadari masalah yang dihadapai perusahaan tempat mereka bekerja.

“Kami bersyukur para karyawan, khususnya karyawan yang berinisial EH dan HP telah membuat pernyataan secara sadar, tanpa paksaan dan bermaterei  yang menyatakan bahwa mereka tidak merasa tertipu. Mereka membuat surat pernyataan tersebut guna merespon  adanya pemberitaan di media cetak dan online bahawa PT. ADS menipu calon karyawan. Itu jelas fitnah dan tidak benar apalagi kedua karyawan itu sampai saat ini masih bekerja di PT ADS,” pungkas Doddy. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed