oleh

Mendagri Salurkan Bantuan dari Yayasan Temasek Singapura ke Kabupaten dan Kota Bogor

-Nasional-138 views

Bogor – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bogor untuk melakukan diskusi langsung dengan Bupati Bogor Ade Yasin dan Walikota Bogor Bima Arya. Pertemuan dan diskusi langsung dilakukan bersama Forkopimda setempat di Gedung Tegar Beriman Pemda Kabupaten Bogor, Selasa (19/05/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga menyalurkan bantuan dari Yayasan Temasek Singapura untuk Kabupaten Bogor berupa 2.500 pcs masker, 2.400 botol hand sanitizer, 400 pcs hazmat, dan 360 pcs face shield. Sementara untuk Kota Bogor, Mendagri turut menyalurkan bantuan berupa 2.500 pcs masker, 1.200 botol hand sanitizer, 200 pcs hazmat, 180 pcs face shield.

“Mengetahui musuh ini sangat penting sekali, musuh kita ini adalah musuh makhluk halus, Covid-19, spesifik, kita harus mengenali dia. Kita harus tahu sebanyak-banyaknya tentang musuh kita. Untuk itu, diperlukan kerja orkestra untuk bersama melakukan perlawanan terhadap musuh kita bersama ini,” tegas Mendagri.

Mendagri juga menjelaskan tujuannya ke Bogor untuk memotivasi secara langsung penanganan Covid-19 di wilayah yang merupakan bagian dari satelit ibu kota.

Baca Juga:  MMC Sumbang 10.000 Nasi Bungkus Masakan Padang Untuk Peserta Reuni 212

“Tujuan saya ke sini sekali lagi adalah saya anggap Bogor menjadi sangat penting dan juga kedekatannya dengan Jakarta menjadi penting juga, dan saya sekali lagi ingin memotivasi juga supaya muncul kreativitas dari rekan-rekan semua, sekaligus bergotong royong satu sama lain. Ini persoalan yang tidak bisa diselesikan oleh Pak Walikota atau Ibu Bupati sendiri, harus dengan solidaritas, kebersamaan semua. Masalah ini masalah kita bersama, harus kita selesaikan bersama-sama juga,” ujarnya.

Tak lupa, Mendagri juga membagikan cinderamata kepada Kepala Daerah dan Forkopimda yang hadir, berupa e-book untuk bersama melawan penyebaran dan penularan Covid-19. E-book tersebut merupakan buku terjemahan yang berasal dari Tim kedokteran Wuhan dan Cina itu, diterjemahkan langsung Tim Mendagri agar mudah dipahami. Hal ini dilakukan, sebab sebagaimana Mendagri sampaikan, untuk dapat berperang melawan Covid-19, kita harus mengenal dan mengetahui karakteristik lawan yang dihadapi. (Lutfi)

(SUMBER : kemendagri.go.id)

News Feed