oleh

Poros Islam dalam “Cengkraman”

JAKARTA – Hari-hari ke belakang dan akan datang berbagai media akan disibukkan dengan otak-atik koalisi pencalonan Presiden. Poros 1, 2 dan 3 digoreng sedemikian rupa, lagi-lagi gorengan itu akan selalu mentok untuk siapa poros itu diberikan. Bolehlah saat ini masyarakat tersenyum, senyum karena perilaku elite partai politik yang malu-malu, bisa dibilang tidak memiliki kepercayaan diri untuk mendorong calon alternatif selain Jokowi. Tersurat, inilah realitas partai politik di Indonesia, dimana dua cengkeraman begitu kuat yaitu ketidakadilan dan oligarki ditubuh partai politik, seketika itu pula, partai politik tak berkutik dan tidak memiliki kebebasan.

Kebebasan dan tidak berkutiknya partai politik, kemudian ter-manifestasikan dalam satu kegamangan sampai pada level ketidakpercayaan diri. Pengaruh oligarki kekuasaan di tubuh partai politik ibarat virus yang cepat mewabah, yang berakibat pada lemahnya sistem kekebalan tubuh. Partai politik harus diberikan suplemen agar dapat mempertahankan karakteristik yang menjadi keteguhan berpartai. Asupan suplemen dimaksudkan agar partai politik tidak jatuh ke lubang “sindrom kekuasaan”. Suplemen itu ialah konstitusi.

Baca Juga:  Sea Games 2017 - Edy Rahmayadi optimistis timnas berprestasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed