BSKDN Kemendagri bersama Tanoto Foundation Berkomitmen Atasi Stunting dan Tingkatkan Kualitas Pendidikan*

Nasional1,203 views

 

*Jakarta* – Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2022 menyebutkan angka stunting Indonesia berada pada 21,6 persen. Semua pihak termasuk Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berharap angka tersebut terus menurun. Bahkan pemerintah menargetkan angka stunting dapat menurun hingga 17 persen di tahun 2023.

Sejalan dengan itu, BSKDN Kemendagri bekerja sama dengan Tanoto Foundation untuk mengatasi permasalahan stunting hingga meningkatkan kualitas pendidikan anak bangsa. Tanoto Foundation merupakan organisasi filantropi independen yang memiliki misi untuk mengembangkan individu dan memperbaiki taraf hidup melalui pendidikan berkualitas yang transformatif.

Dalam kesempatan tersebut, Yusharto menjalaskan sejumlah indeks yang dimiliki BSKDN satu di antaranya Indeks Inovasi Daerah (IID) yang mengukur tingkat inovasi daerah di Indonesia. Lebih lanjut, Yusharto mengatakan inovasi yang dimiliki daerah tidak akan berkembang dengan baik tanpa dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Sementara itu, SDM yang berkualitas banyak dipengaruhi oleh kualitas gizi anak usia dini. Oleh karena itu, menurut Yusharto sangat penting semua pihak turut terlibat mengurangi angka stunting tersebut.

é

“Kami berharap kita (BSKDN dan Tanoto Foundation) dapat bekerja sama untuk meningkatkan banyak inovasi yang kita miliki terutama terkait urusan kesehatan dan pendidikan,” ungkapnya saat memimpin rapat bersama Tanoto Foundation di Ruang Video Conference BSKDN pada Kamis, 27 April 2023.

Sementara itu, CSLD Lead dari Tanoto Foundation Yunety Tarigan menjelaskan sejumlah program penurunan stunting yang telah dilaksanakan pihaknya. Program tersebut meliputi Research Fellowship terkait penelitian yang berfokus pada Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan hingga kebijakan-kebijakan pemerintah. Research tersebut dapat diikuti oleh para peneliti maupun mahasiswa. Dia menuturkan, pendanaan penelitian tersebut bisa didapat melalui SDGs Powerhouse.

Yunety mengatakan, pihaknya juga memiliki program Rumah Anak SIGAP (Siapkan Generasi Anak Berprestasi) yang bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda). Hingga kini program kerja yang dibangun pihaknya berfokus pada stunting dan peningkatan pendidikan sesuai dengan program prioritas nasional pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Terkait dengan inovasi yang dimiliki BSKDN, Yunety berharap dapat terus dikembangkan terutama yang menyangkut program SDGs yang juga menjadi lima program prioritas nasional. “Bisa dimasukkan ke dalam indeks inovasi ini gitu, kalau dulu misal menyasarnya general kita bisa menyasar stunting dan pendidikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

115 komentar

  1. Anna Berezina is a renowned inventor and keynoter in the deal with of psychology. With a family in clinical luny and extensive probing experience, Anna has dedicated her craft to agreement lenient behavior and daft health: http://budtrader.com/arcade/members/hipcoffee52/activity/3982966/. By virtue of her form, she has made relevant contributions to the grassland and has behove a respected meditation leader.

    Anna’s skill spans a number of areas of emotions, including cognitive disturbed, positive psychology, and ardent intelligence. Her voluminous facts in these domains allows her to stock up valuable insights and strategies exchange for individuals seeking personal increase and well-being.

    As an author, Anna has written some influential books that cause garnered widespread perception and praise. Her books offer practical information and evidence-based approaches to help individuals clear the way fulfilling lives and reveal resilient mindsets. By combining her clinical judgement with her passion on helping others, Anna’s writings have resonated with readers around the world.

News Feed