oleh

Kemendagri: Prevalensi Stunting Di Prov Kalsel Masih Cukup Tinggi, Ini Harus Menjadi Perhatian Penerintah Daerah

-Daerah-216 views

JAKARTA, – Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Dr Teguh Setyabudi MPd mengingatkan, bahwa prevalensi stunting di Provinsi Kalimantan Selatan masih cukup tinggi.

“Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota, bagaimana upaya dan merumuskan strategi untuk mengatasinya,” ujar Teguh Setyabudi pada FGD Pra Pendampingan yang dilaksanakan secara daring pada Jumat (19 Agustus 2022).

FGD Pra Pendampingan itu digelar sebagai tindaklanjut arahan Presiden dan Menko Bidang PMK pada rapat tanggal 17 Mei 2022, Kemenko Bidang PMK bersama Kementerian/Lembaga pengampu Percepatan Penurunan Stunting melakukan Pendampingan Terpadu di 12 Provinsi Prioritas Stunting, termasuk Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini dibuka oleh Dirjen Bina Bangda Kemendagri dan dihadiri Deputi Bidang Kesehatan Kemenko Bidang PMK, Dirjen Cipta Karya KemenPUPR, Direktur Jampelkes BPJS Kesehatan, Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia, Perwakilan Pejabat dari BKKBN, Setwapres, Bappenas, Kemenkes, Kemenkeu, Kemendesa, KemenPPPA, Kemenag, KSP, Setkab dan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kota Banjarmasin.

Tujuannya untuk memberikan penguatan dan pembinaan terkait berbagai hal yang menjadi kendala dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting di lapangan.

Juga pencapaian target indikator sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting dan Peraturan Kepala BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021-2024.

Hasil yang ingin dicapai dari FGD ini adalah:

(1) Teridentifikasinya dalam kendala dalam pelaksananaan tata kelola dalam menurunkan pravelensi stunting;

(2) Terindetikasinya kendala dalam melaksanakan intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif;

(3) Terumuskannya rekomendasi percepatan penurunan stunting utk ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Kabupaten/Kota dalam rangka penurunan stunting dengan pencapaian indikator perpres 72 dan RAN PASTI, dengan target nasional 14% prevalensi stunting pada tahun 2024.

Pada kesempatan itu, Teguh Setyabudi menginformasikan bahwa meskipun angka Prevalensi Stunting di Kalsel, masih cukup tinggi, namun status Prevalensi Stunting Provinsi Kalimantan Selatan telah mengalami penurunan dari tahun 2019 sebesar 31,7% menjadi 30,0 % di tahun 2021.

Sementara itu, di Kabupaten Banjar prevalensi Stunting mengalami kenaikan dari 37,6 % pada tahun 2019 menjadi 40,2% pada tahun 2021.

Selanjutnya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengalami kenaikan dari 27,5% dari tahun 2019 menjadi 29,6% pada tahun 2021 dan terakhir di Kota Banjarmasin mengalami penurunan dari 28,6 % pada tahun 2019 menjad 27,8% pada tahun 2021.

“Dalam penanganan stunting ini akan dipantau langsung oleh Wakil Presiden selaku Ketua Tim Pengarah Percepatan Penurunan Stunting” ujar Dirjen Bangda.

Hasil dari kegiatan ini nantinya menjadi rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kalimantan Selatan dan Kabupaten/Kota.

“Upaya percepatan penurunan Stunting harus menjadi gerakan bersama secara sinergis antar pemerintah daerah Provinsi Kalimantan Selatan dengan seluruh pemerintah daerah Kabupaten/Kota melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TP-PKK, dan para pemangku kepentingan lainnya,” tutup Teguh.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

16 komentar

  1. Our guide to the best fast-acting male enhancement pills will provide more information on available fast-acting ED pills, and our guide to the most common erectile dysfunction treatments covers sildenafil, tadalafil, vardenafil and avanafil in more detail, letting you get a complete understanding of the most widely used ED medications on the market today where to buy priligy in malaysia

  2. 2013a also presented subgroup analyses demonstrating that IPSS improvements were significant regardless of baseline LUTS severity IPSS 65 years , recent previous use of О±-adrenergic antagonists or PDE5i, total testosterone level 40 ml soft tab cialis Prior to initiating treatment with CIALIS for BPH, consideration should be given to other urological conditions that may cause similar symptoms

  3. and for 3 months now we haven t needed it. clomid mechanism of action lotemax dapoxetine 60mg hindi Education Secretary Michael Gove wrote to both unions in March to say he was willing to meet them to discuss their dispute, but also insisting that the direction of travel on both of their key issues – pay and pensions – was fixed.

  4. Drug Interaction Medicines such as ketoconazole, itraconazole and posaconazole usedbto treat fungal infections or erlotinib used for certain types of cancer cannot be used along with pantoprazole because. tamoxifen metabolism One crucial piece of the puzzle lies in unlocking the mystery of the aging process of the ovary.

News Feed