oleh

Sekjen The Jokowi Dream Mendukung Pencalonan Larshen Yunus Jadi Ketum, KNPI Jangan Mau Dipecah Belah

-Nasional-534 views

JAKARTA — Polemik tentang perpecahan Pemuda di tubuh induk Organisasi Kepemudaan (OKP) KNPI disikapi secara tegas oleh Sekretaris Jenderal The Jokowi Dream H. Ir. Arse Pane di Jakarta (9/4/2022). Saya selaku Sekjen Relawan Presiden Joko Widodo menekankan kepada media, ini saatnya para pemuda KNPI agar mempersatukan diri diajang Kongres ke XVI Hotel Atlit Century Park. demikian Arse Pane yang juga didaulat sebagai Ketum Serikat Buruh, Pekerja Penerbit, Percetakan & Media atau disingkat SBP3M Patriot Pancasila.

Organ Relawan The Jokowi Dream resmi tercatat di Tim Kampanye Nasional (TKN), berharap kepada Bung Larshen Yunus selain berwibawah berjiwa muda. Larshen dari segi umur yang baru kepala tiga juga merupakan sosok yang tepat juga ideal, milenial lantaran memiliki prinsip ketegasan dan tidak tedeng aling-aling. “Saya sangat setuju mendukung Larshen Yunus sebagai Ketum supaya Ormas KNPI tidak mudah dipecah belah,” jelas Pria yang memiliki sosok persamaan prinsip Visioner, Maju & Tegas.

Pasalnya, berbagai macam kelompok mengklaim pihaknya sebagai solusi untuk mempersatukan, baik itu melalui kongres penyatuan KNPI maupun dengan alasan lainnya.

Seperti yang saat ini terjadi, Sabtu (9/4/2022) ada beberapa kelompok yang dengan peliknya menyelenggarakan kongres, baik itu di Jakarta, Solo, Lombok maupun di Maluku Utara.

Bahkan banyak pihak berharap Putra Mahkota Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo yang akan maju, guna mempersatukan para pemuda, namun ternyata nama Gibran Rakabuming Raka belum laku dijual.

Begitupula dengan nama-nama beken lainnya, yang berasal dari golongan keluarga pejabat tinggi di negeri ini. Baik itu dari kalangan anak Menteri, Anggota DPR-RI maupun anak pengusaha besar, sama sekali track record-nya belum mumpuni dan diperjuangkan menjadi simbol persatuan para pemuda yang tergabung di Ormas KNPI.

Hal itu bukan tanpa sebab, melainkan justru lebih kepada pemahaman, Ikhwal dan Substansi tentang Esensi Berorganisasi, Argumentasi dan Semangat untuk benar-benar berjuang Mempersatukan Pemuda.

Dalam Arena Kongres ke XVI di Jakarta, sudah semestinya calon Ketua Umum DPP KNPI tidak dilihat dari seberapa kuatnya dalam menopang pendanaan, tetapi justru ada alasan yang lebih penting lagi, agar Praktek Transaksional tidak selalu dijadikan budaya dalam Hajatan Besar Pemuda tersebut.

Sosok Larshen Yunus. Seorang Pemuda, Putra dan Anak Jati dari Provinsi Riau itu di Nilai mampu Hadir dalam memenuhi kriteria untuk menjadi Ketua Umum DPP KNPI periode berikutnya.

Larshen Yunus saat ini diketahui menjabat sebagai Ketua DPD KNPI Provinsi Riau dan menjadi primadona kalangan milenial memiliki Misi Solutif yang paling tepat dalam mempersatukan para Pemuda.

Alasannya lebih kepada pemahaman tentang Substansi dalam menjalankan perjuangan di tubuh induk organisasi kepemudaan seperti KNPI.

Ditemui disela-sela Kongres ke XVI, saat berada di Lobby Hotel Atlit Century Park Jakarta Pusat, Jum’at (8/4/2022). Larshen Yunus saat ini berusia 30 tahun dan masuk kategori Pemuda, bahwa dirinya sama sekali belum tertarik untuk menjadi Ketua Umum DPP KNPI, karena bagi Alumni Sekolah Vokasi Mediator Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu, KNPI masih diisi oleh mayoritas kelompok-kelompok yang Transaksional dan sarat akan intrik akal bulus.

“Embel-embel kalimat dan bahasa Kongres Satu, Kongres KNPI Penyatuan sepertinya hanya isapan jempol belaka. Hal itu terlihat jelas dari situasi, kondisi dan fakta dilapangan.

Tampak yang lebih dominan adalah justru Praktek Transaksional dan Akal Bulus. Puluhan OKP dan DPD KNPI tingkat Provinsi yang mendaftar, lengkap dari sisi Administrasi namun faktanya minim kegiatan dilapangan. Kami pastikan, bahwa dari sekian banyak kandidat OKP yang mendaftar, justru lebih banyak yang jalan ditempat alias hanya digunakan untuk Transaksional Pemberian Suara, ketimbang kegiatan yang Ril dilapangan!” ungkap Larshen Yunus, dengan nada sedih.

Kondisi tersebut membuat Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu mengurungkan niatnya untuk mewakafkan diri menjadi Ketua Umum DPP KNPI, alasannya sangat jelas, bahwa faktanya semangat persatuan pemuda lewat KNPI masih mimpi disiang bolong.

Larshen Yunus pastikan, bahwa kehadiran belasan rombongan KNPI Provinsi Riau dalam mengikuti Kongres ke XVI semata-mata hanya untuk merawat silaturrahim dan melihat sekaligus menyaksikan panggung sandiwara (Dramaturgi) Pemuda yang melebihi seorang Politisi Ulung di Negeri ini.

“Sikap kami sangat jelas, bahwa Aspirasi untuk mendorong kami menjadi Ketua Umum DPP KNPI sementara ini disimpan dulu. Terimakasih buat teman-teman yang punya niat baik dan akal cerdas dalam melihat situasi ini. Yakin dan Percayalah, cepat atau lambat KNPI akan bersatu! Tinggal bagaimana Pemerintah sebagai orang tua kandung KNPI benar-benar hadir untuk mempersatukan. Jangan justru ada isu, bahwa Pemerintah senang, bahagia dan sarat akan Pembiaran sekaligus merasa beruntung dengan situasi perpecahan saat ini, karena dengan mudahnya memberikan alasan untuk tidak menyalurkan Anggaran bagi Porsi Pemuda lewat KNPI” imbuh Larshen Yunus.

Sampai berita ini diterbitkan, Pemuda, Putra dan Anak Jati Riau itu tegaskan, bahwa saat ini dirinya tidak ingin maju sebagai Ketua Umum DPP KNPI.

“Kalau pada akhirnya ukuran dari semua ini hanya uang dan transaksional, maka lebih baik kami salurkan untuk membantu pemerintah dalam melawan para spekulan. Negeri ini masih berkutat dengan Langka dan Mahalnya Minyak Goreng, Bio Solar dan Jenis-Jenis Sembako lainnya. Lebih baik uang Milyaran Rupiah ini kami salurkan untuk membantu Pemerintah, ketimbang habis percuma hanya untuk Kongres KNPI seperti ini, penuh intrik dan sandiwara, melebihi seorang politisi ulung, yang berkegiatan sampai larut malam, giliran bangun tidur sudah kesiangan.

Apakah itu yang dinamakan pemuda? ini tak seperti yang diharapkan bung Karno dan bung Hatta, bahwa pemuda harus mengguncang dunia, bukan berkegiatan dimalam hari, macam Kelelawaran saja” akhir Larshen Yunus, Ketua KNPI Riau, menutup pernyataan persnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed